Selasa, 2 Juni 2026

Mahasiswa UB Teliti Pesugihan Gunung Kawi, Hasilnya Mengerikan!

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 11 Oktober 2023 | 11:19 WIB

NAWACITApost.com - Lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Malang, Jawa Timur meneliti pesugihan Gunung Kawi. Kelima mahasiswa tersebut antara lain, Muhammad Harun Rasyid Al Habsyi, Zulfikar Dabby Anwar, Suntari Nur Cahyani, Anggi Zahwa Romadhoni, dan Andini Laily Putri.

Mereka berasal dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dengan dosen pembimbing Destyana Ellingga Pratiwi. Tujuan penelitian ini berupaya mengungkap keterkaitan antara praktik mistisisme di Gunung Kawi dengan gangguan mental, khususnya skizofrenia psikosis.

Tim ekspedisi dan penelitian yang diberi nama Artha Kawi ini telah mencari jejak pelaku ritual selama 2 bulan. Salah satu peneliti Artha Kawi, Harun mengatakan sejumlah fakta terungkap dalam ekspedisi ini. Dari Hasil penelitian terungkap bahwa banyak dari mereka melaporkan pengalaman “tidak biasa” seperti mendengar suara atau melihat sosok yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. Tim peneliti juga menemukan keterangan bahwa kebanyakan permintaan yang disampaikan pelaku ritual antara lain untuk mencari kekayaan, derajat atau pangkat, serta penglaris usaha.

"Persyaratan yang umum dan muncul di hasil wawancara beberapa informan, adanya penumbalan kambing dengan syarat bercorak sabuk melingkar di perutnya dan dalam bentuk selametan," ujar Harun, dikutip (10/10/2023).

Kambing sebagai tumbal dengan syarat bercorak sabuk melingkar pada bagian perut yang dimaksud, umumnya dikenal khalayak sebagai wedhus kendit. Kambing jenis ini memang sering dijadikan sarana ritual untuk tolak bala.

Mahasiswa Fakultas Pertanian ini menambahkan, banyak pelaku pesugihan melakukan proses ritual pada hari-hari tertentu. Misalnya pada malam Jumat Legi atau Malam 1 Suro. Selama proses ritual, lanjut Harun, pelaku wajib memberikan pengorbanan yang sudah disyaratkan sebelumnya.

"Biasanya diarahkan dengan tokoh yang bernama Pangoyeg. Untuk kisaran harga tidak diketahui, namun ada indikasi kurang lebih bisa mencapai Rp 10 juta," sambung Harun.

Kendati begitu, Harun menegaskan bahwa keterangan yang diperoleh dari warga lokal terkait adanya pengorbanan dalam ritual pesugihan di Gunung Kawi, belum dapat dipastikan kebenarannya. "Itu menurut penuturan salah satu warga lokal. Tapi tidak kami periksa kebenarannya, sebab fokus penelitian kami di segi mental disorder-nya," tegasnya.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini