Kamis, 4 Juni 2026

Menag Tegaskan Tak Undang Bacapres di Perayaan Hari Santri 2023

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Jumat, 6 Oktober 2023 | 15:06 WIB
Menag Tegaskan Tak Undang Bacapres di Perayaan Hari Santri 2023.
Menag Tegaskan Tak Undang Bacapres di Perayaan Hari Santri 2023.

NAWACITApost.com – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada undangan untuk bakal calon presiden (bacapres) dalam acara perayaan Hari Santri 2023 yang akan diselenggarakan di Tugu Pahlawan Surabaya, Jawa Timur.

“Nggak ada, kita nggak akan mengundang Bacapres,” ujar Menag seusai meluncurkan logo peringatan Hari Santri 2023 pada Jumat, (06/10/2023) di Auditorium HM Rasjidi, Gedung Kementerian Agama, Jakarta.

Menag juga mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri puncak Hari Santri 2023.

“Insyaallah nanti di puncak tanggal 22 Oktober akan ada apel di Tugu Pahlawan Surabaya yang langsung akan dipimpin oleh Presiden Jokowi,” ujar Menag.

Seperti diketahui, Hari Santri diperingati setiap 22 Oktober sejak ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015. Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.

Hari Santri merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi ini berisi seruan kewajiban berjihad untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dengan melawan pasukan penjajah, hingga memuncak pada perlawanan 10 November 1945, yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Tahun ini, Hari Santri 2023 mengusung tema "Jihad Santri Jayakan Negeri". Menurut Menag, tema Jihad Santri Jayakan Negeri dapat dimaknai secara historis dan kontekstual.

Secara historis, tema ini ingin mengingatkan bahwa para santri memiliki andil besar dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober itu mengacu pada Resolusi Jihad yang dimaklumatkan oleh Kiai Hasyim Asyari. Resolusi Jihad itu berisi seruan kepada seluruh masyarakat agar berjuang menolak dan melawan penjajah," tegas Gus Men, panggilan akrabnya.

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini