NAWACITAPOST.COM - Jual beli online rupanya berdampak pada pedagang offline khususnya di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sejak beberapa bulan terakhir ini, aktivitas di pasar Tanah Abang mulai sepi dan otomatis omsetnya menurun.
Hal itu rupanya dikeluhkan oleh kuli panggul, pedagang pakaian, pedagang minuman hingga tukang parkir di pasar Tanah Abang.
Berdasarkan pengakuan salah satu penjual di pasar Tanah Abang mengatakan sejak adanya transaksi jual beli online atau e-commerce dan social commerce penjualan offline mulai menurun.
Tak hanya itu, mereka juga menyayangkan jika penjualan online itu menjatuhkan harga di pasar Tanah Abang lantaran harga yang dibanderol di toko online jauh lebih murah.
"Sejak lebaran haji, transaksi jual beli mulai menurun bahkan terbilang sepi," ujar salah satu pedagang di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sebelum maraknya penjualan online, para pedagang offline mendapatkan penghasilkan minimal 300 ribu tapi sekarang berbeda turun drastis.
"Ya, sekarang bawa uang 150 ribu sehari aja sulit sekali itu," katanya.
Berdasarkan pantauan redaksi Nawacitapost bahwa harga barang di TikTok Shop itu sangat murah meriah. Bahkan, penjualan itu bisa berbeda 50 ribu dengan harga di toko offline.
Dengan begitu, pedagang offline meminta transaksi jual beli online atau e-commerce dan social commerce segera ditutup oleh Pemerintah. (*****)