Kamis, 4 Juni 2026

Dolar AS Mengamuk, BI Beberkan Penyebab Rupiah Melemah

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 21 September 2023 | 16:32 WIB

NAWACITApost.com - Dolar AS pagi ini tercatat menguat 35 poin atau naik 0,23% ke level Rp15.407. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menjelaskan, lemahnya rupiah hingga tembus Rp15.400/US$ diakibatkan oleh tekanan eksternal, khususnya Amerika Serikat (AS). Bank Sentral AS Federal Reverse (The Fed) diproyeksi masih akan menaikkan suku bunga acuan satu kali lagi sampai akhir tahun.

"Peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan nilai tukar rupiah sampai 21 September 2023 point to point melemah 0,98% dibanding dengan level akhir Agustus 2023," kata Perry, di Jakarta, Kamis (21/9/2023).

Meski begitu, Perry menyebut dari awal tahun atau year to date (ytd), Rupiah masih menguat 1,22%. Rupiah disebut masih lebih baik dibandingkan dengan mata uang India, Filipina dan Thailand yang masing-masing alami depresiasi dalam yakni 0,42%, 1,92%, dan 4,03%.

"Ke depan BI perkirakan stabilitas rupiah tetap terjaga sejalan dengan persepsi investor ke prospek perekonomian Indonesia, inflasi rendah dan imbal hasil aset keuangan domestik yang menarik," kata Perry.

BI, lanjut Perry, juga terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi di pasar valas, meningkatkan efektivitas implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), melanjutkan penerbitan SRBI, serta mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. "Fokusnya menstabilkan nilai tukar rupiah. Bagaimana menstabilkan nilai tukar rupiah? Suku bunganya stay, kita melakukan intervensi, dan inovasi dalam bagaimana kami melakukan operasi moneter," pungkasnya.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini