NAWACITApost.com – Abdul Hakim Delongko, seorang alumni Sentra Wirajaya Makassar yang merupakan bagian dari Kementerian Sosial (Kemensos). Kerap disapa Hakim, ia menjalani pelatihan elektronik di Sentra Wirajaya selama satu tahun.
Selama periode berharga ini, Hakim mendalami keterampilan tersebut. Keberuntungan datang saat ia mendapat kesempatan langka untuk dilatih oleh mahasiswa asal Jepang yang juga berada di Sentra Wirajaya.
"Di sentra, kami dibina dari fisik, mental, spiritual dan juga ikut pelatihan elektronik. Kami pilih pelatihan ini karena pernah punya pengalaman ikut grup usaha disabilitas, saya ambil bagian service mesin ketik," ujar Hakim.
Bekal keterampilan dan peralatan itu ia maksimalkan dengan membuka usaha service elektronik. Kini ia mandiri secara sosial dan ekonomi. pendapatannya berkisar antara Rp1 juta s.d Rp2 juta per minggu.
Selain sebagai sumber penghasilan, tempat servicenya juga berfungsi sebagai tempat berbagi pengetahuan tentang dunia elektronik. Hakim menerima siswa magang dari berbagai sekolah menengah kejuruan, seperti SMK Pembangunan Toraja, SMK 1 Pinrang, SMK 1 Limbung, dan lainnya. Dia juga bekerja sama dengan Sentra Wirajaya untuk memberikan pelatihan elektronik kepada para penerima manfaat lainnya.
"Kalau dihitung sudah 700an siswa yang magang disini. Sekarang ada yang sudah jadi dosen, asisten dosen jurusan elektronik," sebutnya.
Tidak sampai disitu, Hakim juga aktif sebagai asisten pelatih cabang olahraga panahan di Sulawesi Selatan. Prestasinya ini ia dapat setelah ia masuk 4 besar di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Papua tahun 2021 lalu. Sebelumnya Hakim juga merupakan atlet tolak peluru dan lempar lembing. Berbagai medali telah ia raih. Kini bakatnya ia tularkan kepada keponakannya yang tengah bersiap menghadapi Pra PON.
Hakim mengaku, prinsip hidupnya yaitu percaya diri dan bermanfaat bagi orang lain yang membuatnya kuat. "Kami bersyukur, bisa hidupi anak istri. Kami punya kekurangan tapi kami bisa membantu orang yang sempurna. Kami bersyukur sekali," ucapnya.
Selain di bengkel, Hakim juga menerima panggilan service ke beberapa wilayah. Ia pernah mendapat panggilan service ke Kabupaten Gowa, Takalar, bahkan Toraja yang jaraknya 8 jam dari kota Makassar. Ia berangkat dengan menggunakan sepeda motor hasil usahanya buka bengkel Tiga Penca Service Elektronik.
Tidak sampai disitu, Hakim juga aktif sebagai asisten pelatih cabang olahraga panahan di Sulawesi Selatan. Prestasinya ini ia dapat setelah ia masuk 4 besar di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Papua tahun 2021 lalu. Sebelumnya Hakim juga merupakan atlet tolak peluru dan lempar lembing. Berbagai medali telah ia raih. Kini bakatnya ia tularkan kepada keponakannya yang tengah bersiap menghadapi Pra PON.
Hakim yang menginspirasi banyak generasi ini selalu mendorong para penyandang disabilitas lainnya untuk semangat mengenali potensi diri. Menekuni satu keterampilan yang bisa diadaptasi oleh keterbatasan yang dimiliki.