Kamis, 4 Juni 2026

Detik-detik 20 Hari Jelang Pendaftaran Capres dan Cawapres

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 19 September 2023 | 09:46 WIB

NAWACITApost.com - Dinamisnya percaturan perpolitikan di Indonesia saat ini terlihat saat koalisi dua calon presiden (capres) saling mencari yang tepat untuk menjadi calon wakil presidennya (cawapres). Pasangan capres yang sudah medeklarasikan cawapresnya adalah koalisi Nasdem dan PKB.

Sementara itu, Demokrat yang merasa dizolimi oleh Anis Baswedan mencoba melakukan lobi-lobi politik dengan PDIP, yang pada akhirnya berlabuh ke Koalisi Indonesia Maju (KIM). Perebutan cawapres di Koalisi Indonesia Maju pasti akan sangat sengit, mengingat ada Golkar yang menjagokan Airlangga Hartarto.

Apakah PAN dan Demokrat sepakat akan hal itu? Tarik menarik akan terjadi, yang pada akhirnya timbul perpecahan di koalisi ini.

Pertimbangan yang matang untuk menentukan cawapres tentu diperlukan untuk saat ini, mengingat jadwal pendaftaran capres dan cawapres tinggal 20 hari lagi. Tomson menilai, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam menentukan cawapres. Menurutnya, ada lima syarat yang wajib dipenuhi oleh cawapres agar menang di pemilihan presiden 2024. ,

Kelima syarat tersebut antara lain, didukung partai politik yang tergabung dalam koalisi, elektabilitas cawapres, keuangan cawapres, dukungan ormas besar terhadap cawapres, dan dukungan para pengusaha.
Selain 5 hal diatas tentu ada pertimbangan lain yaitu data Badan Pusat statistik (BPS) yang dirilis tahun 2022 menyebutkan jumlah penduduk laki laki 136 juta jiwa (50,58 %), perenpuan 133 juta jiwa (49,42 %).

Kemudian, data BPS tahun 2020 yang menyebutkan generasi Z atau lahir pada tahun 1997-2013 berjumlah 74,93 juta jiwa (27,94 %), milennial (kelahiran 1980-1995) berjumlah 69.38 juta jiwa (25,87 %).

Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dirilis 2 Juli 2023 menyebutkan, pemilih pada pemilu 2024 berjumlah 204.8 juta jiwa. Mereka terdiri dari pemilih laki laki sebanyak 101.467.243 jiwa, dan pemilih perempuan 101.581.505 jiwa.

Dari data BPS dan KPU tersebut ada fakta menarik yang perlu ditelisik yaitu, jumlah milennial sebanyak 66,8 juta jiwa, generasi Z 46.8 juta jiwa, generasi X 57,5 juta jiwa. Sedangkan jumlah berusia boby boomer sebanyak 28,1 juta jiwa, dan Pree boomer 3,6 juta jiwa

Dari lima tingkatan berdasarkan usia, ada jumlah perempuan 101.581.505 jiwa. Jelas, jumlah peserta pemilu perempuan lebih besar dari jumlah peserta pemilih laki-laki. Karena itu, bukan secara kebetulan Megawati Soekarnoputeri mengumumkan secara resmi Ganjar Pranowo sebagai calon presiden PDI-P pada Hari Kartini (21/4/2023). Deklarasi itu menjadi titik kulminasi dari persilangan berbagai momentum politik.

Hikmat, bijaksana dan berwibawa itulah yang patut disematkan pada Megawati, dalam menetapkan calon presiden dari PDIP yang bersamaan dengan hari Kartini. Dalam perenungan mendalam, kenapa pengumuman tepat pada hari Kartini? Terjawab sudah, di mana peranserta perempuan dalam kemajuan suatu bangsa sangatlah besar, dan jumlah peserta pemilu didominasi oleh perempuan.

Apakah tidak lebih baik cawapres pendamping ganjar Pranowo seorang perempuan, di mana cawapres tersebut mewakili komunitas besar di bangsa ini? Hari Kartini, mengingatkan saya kembali akan pentingnya peranan Kartini masa kini dan telah nyata Mengawati terpilih sebagai presiden, Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI, Khofifah sebagai Gubernur Jawa Timur, dan ada bupati/walikota, serta Ketua DPRD yang dijabat oleh perempuan.

Ada beberapa Kartini yang layak menjadi cawapresnya Ganjar Pranowo antara lain :

  1. Khofifah Indar Parawansa

  2. Yenny Wahid


Kedua Kartini ini sangat sangat layak dipertimbangkan menjadi cawapres. Di samping ketokohannya, mereka mewakili komunitas besar bangsa ini. Melihat percaturan politik belakangan ini, memang semua pertimbangan harus matang dan bijaksana dalam memutuskan.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini