Kamis, 4 Juni 2026

Upaya Pemerataan Ekonomi, Menko PMK Minta Mahasiswa UMI Makassar Jadi Pebisnis

Photo Author
tantitamara, Nawacita Post
- Jumat, 15 September 2023 | 08:24 WIB
Upaya Pemerataan Ekonomi, Menko PMK Minta Mahasiswa UMI Makassar Jadi Pebisnis. Foto: Kemenko PMK.
Upaya Pemerataan Ekonomi, Menko PMK Minta Mahasiswa UMI Makassar Jadi Pebisnis. Foto: Kemenko PMK.

NAWACITApost.com – Pertumbuhan ekonomi di Indonesia dewasa ini semakin membaik. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023 tumbuh sebesar 5,17 persen secara tahunan, lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada kuartal I-2023 sebesar 5,04 persen.

Meskipun pertumbuhan ekonomi semakin membaik, namun ketimpangan ekonomi juga semakin meningkat. BPS melaporkan, pada Maret 2023, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur menggunakan Gini Ratio adalah sebesar 0,388.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik ini tak sejalan dengan ketimpangan ekonomi yang justru meningkat. Karenanya, dia mengatakan, pemerintah terus berupaya untuk memeratakan ekonomi nasional.

Menko Muhadjir menyampaikan, berbagai macam intervensi kebijakan telah dilakukan pemerintah agar ekonomi semakin merata dan dirasakan seluruh masyarakat. Seperti melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR), proram pembiayaan modal, dan lainnya.

Hal itu dijelaskannya saat menyampaikan pidato kunci pada kegiatan International General Lecture Universitas Muslim Indonesia (UMI), yang diselenggarakan di Al-Jibra Auditorium UMI, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (14/9/2023).

"Sebetulnya pemerintah saat ini membuka lebar partisipasi masyarakat agar mereka ikut ambil bagian di dalam proses ekonomi sehingga mereka ikut mempercepat pemerataan ini terutama di sektor UMKM. Pemerintah menyiapkan peluang dan pembiayaan. Jadi pengusaha kecil menengah mikro itu harus dihidupkan digerakkan untuk menikmati kue ekonomi pembangunan," ujarnya.

Lebih lanjut, Menko PMK mengatakan, perlu ada literasi digital bagi masyarakat untuk bisa memanfaatkan peluang pembiayaan dan pinjaman modal yang disediakan peemrintah untuk membuka usaha yang juga akan menggerakkan ekonomi nasional di seluruh daerah di Indonesia.

"Perlu ada literasi finansial agar kegiatan ekonomi betul-betul dipahami masyarakat bawah. Nilai investasi tabungan nasional mestinya bisa dikonversi jadi investasi nasional. Tetapi tidak banyak yang menyadari itu," terangnya.

Menko PMK juga mendorong supaya para mahasiswa dan mahasiswi UMI khususnya dari Fakultas Ekonomi Bisnis supaya tidak hanya mengandalkan ijazah dan mencari lapangan pekerjaan. Tetapi dia meminta supaya para mahasiswa UMI membuka lapangan pekerjaan dengan berbisnis dan beriwrausaha.

"Karena itu saya minta kalian mulai sekarang harus berniat betul saya bukan pencari kerja tapi pencipta kerja. Dan bukan sekedar omong. Harus dilakukan bagian dari program kurikulum," ucapnya.

Dia juga memberi wejangan supaya para mahasiswa dan mahasiswi UMI untuk pantang menyerah, dan tidak takut gagal dalam mencoba peluang bisnis. Menurutnya, semakin banyak kegagalan bagibseorang pebisnis akan membuatnya semakin terlatih kuat, dan bila berhasil akan mememuaskan.

"Pesan saya. Jangan berharap kalian disiapkan pekerjaan, lulus UMI langsung kerja. Usahakan jangan menyebar fotocopy ijazah. Mulai sekarang buat lapangan kerja, ciptakan lapangan kerja itu," pesan Menko PMK.

Editor: tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini