Kamis, 4 Juni 2026

Rocky Gerung Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 6 September 2023 | 11:26 WIB

NAWACITApost.com - Akademisi Rocky Gerung siap memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri hari ini, Rabu (6/9/2023). Ia dijadwalkan bakal memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong, pada pukul 10.00 WIB.

Ia tiba di lokasi sekitar pukul 10.07 WIB, dengan memakai kemeja biru dan membawa ransel abu-abu. Rocky enggan merespons lebih jauh soal permasalahan yang menjeratnya ini.

Rocky mengaku heran atas adanya laporan terhadapnya. Apalagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganggap bahwa hal itu hanya permasalahan kecil.

"Itu sudah dari sebulan lalu masalah itu. Kan saya nggak ada apa-apa dengan Pak Jokowi. Kata Pak Jokowi masalah kecil, kenapa dibawa ke Markas Besar Polri. Nggak apa-apa lah entar tunggu aja abis selesai," kata dia, Rabu (6/9/2023).

Rocky mengatakan ia meminta penundaan jadwal panggilan klarifikasi pada 4 September kemarin karena ada jadwal memberi kuliah. “Saya kasih kuliah di pesantren Sukabumi. Jadi saya minta tolong Bareskrim ditunda,” kata dia.

Berdasarkan jadwal, Rocky seharusnya dilakukan pemeriksaan pada Senin (4/9/2023) lalu. Namun, menurut Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, pihak Rocky meminta jadwal klarifikasinya dilakukan pada hari ini.

"Meminta pemeriksaan diundur tanggal 6 September," kata Djuhandhani dalam keterangannya, Senin sore.

Adapun, penundaan itu diperoleh Djuhandhani dari tm kuasa hukum Rocky. Klarifikasi dilakukan lantaran Polri sudah menerima 26 laporan polisi terhadap Rocky. Laporan diterima baik tingkat Bareskrim maupun kepolisian daerah (polda) jajaran.

Kasus tersebut kemudian ditarik penanganannya ke Bareskrim dan saat ini masih di tahap penyelidikan. Dari total puluhan laporan itu, Bareskrim juga telah memeriksa 72 saksi dan 13 ahli.

"Telah di-BAI (Berita Acara Interview) sebanyak 72 saksi dan 13 saksi ahli," ujar Djuhandhani.

Seperti diketahui, Rocky Gerung dilaporkan ke polisi karena diduga menghina Presiden Joko Widodo (Jokowi). Adapun pernyataan Rocky Gerung yang kontroversi itu juga sempat ditayangkan oleh akun YouTube milik Refly Harun.

Pernyataan itu terkait orasinya saat acara Konsolidasi Akbar Aliansi Aksi Sejuta Buruh bersama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di Bekasi pada Sabtu (29/7/2023). Rocky menyinggung mengenai langkah Presiden Jokowi yang menurutnya pergi ke China untuk menawarkan Ibu Kota Nusantara (IKN). Namun, dalam orasi tersebut, dia menyebut juga kata-kata "bajingan" dan "tolol" yang dinilai sebagai kata makian dan menghina presiden.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini