NAWACITApost.com - Ketua Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, M Lukman Said mengikuti kegiatan pelatihan dan sertifikasi mediator yang diselenggaran Bawaslu RI, di Mercure Hotel Batavia Jakarta. Kegiatan tersebut berlangsung sejak Senin (28/8/2023), hingga Rabu (30/8/2023).
Pada kesempatan tersebut Lukman menekankan pentingnya memiliki kompetensi mediasi bagi anggota Bawaslu, jelang pemilu 2024. Menurutnya, mediasi merupakan tahapan pertama yang wajib dilakukan dahulu sebelum ke ranah musyawarah terbuka atau dikenal dengan istilah sidang Adjudikasi.
“Harapannya dengan mempertemukan kedua belah pihak secara khusus maka akan terjalin perundingan dan menghasilkan perdamaian antara keduanya," kata Lukman, kepada Nawacitapost.com, Kamis (31/8/2023).
Di tengah dinamika organisasi dan kebutuhan untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, peran seorang mediator juga menjadi semakin penting. Menurutnya, acara ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang mediasi sebagai alat yang efektif dalam menangani konflik, baik di tempat kerja maupun lingkungan lainnya.
Pelatihan ini meliputi berbagai aspek mediasi, termasuk prinsip-prinsip dasar, keterampilan komunikasi yang kuat, teknik negosiasi, dan penyelesaian konflik secara kolaboratif. Selama pelatihan, peserta diajak untuk berpartisipasi dalam simulasi mediasi untuk mengasah keterampilan praktis yang diperlukan dalam peran mediator.
"Bawaslu sebagai mediator dalam menjalankan tugasnya menengahi dan menyelesaikan sengketa antara para pihak. Berada di tengah juga bermakna mediator harus berada pada posisi netral dan tidak memihak dalam menyelesaikan sengketa pemilu," kata dia.
Ia berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi para peserta yang berasal dari Bawaslu kabupaten/kota seluruh Indonesia. Terlebih, saat ini tahapan Pemilu 2024 sudah dimulai dan tidak menutup kemungkinan akan adanya banyak sengketa proses yang lahir di setiap tahapan. Karena itu, Lukman menilai pelatihan dan sertifikasi mediator ini sangat diperlukan untuk menambah pengetahuan, pengalaman, juga sebagai media silaturahmi.
"Kami akan terus melakukan pembinaan dan pembaharuan pengetahuan dan memang harus terus dilakukan untuk bekal mengawasi pemilu ke depan,” pungkasnya.
Beberapa pemateri kondang turut mengisi acara ini, antara lain Prof Hikmahanto Juwana yang memberikan materi tentang teknik negosiasi dalam mediasi, Andriansyah Tiawarman menyampaikan seputar kode etik dan pedoman perilaku mediator, dan Hyang Ismalya Mihardja lebih berbagi ilmu terkait tahapan dan proses mediasi.