Kamis, 4 Juni 2026

Politik Uang Dinilai Tak Efektif

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Senin, 28 Agustus 2023 | 17:01 WIB

NAWACITApost.com - Politik uang dinilai sudah tidak efektif lagi meraih keberhasilan calon anggota legislatif (caleg), kepala daerah, maupun calon presiden (capres). Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) bahkan memprediksi, politik uang hanya akan menarik suara paling banyak 11 persen.

"Bicara efektifitasnya itu sebenarnya juga tidak tinggi sebenarnya politik uang, sekitar 11 persen orang yang dikasih uang terus milih orang itu," kata Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati, dikutip Senin (28/8/2023).

Menurut Khoirunnisa, meski pengaruh politik uang tidak banyak, tetapi praktik tersebut masih saja dilakukan oleh sebagian para peserta pemilu. Hal itu, kata Khoirunnisa, karena sulit dihindari oleh peserta pemilu.

"Cuma, karena yang lain melakukan, jadi akhirnya juga ikut-ikutan,” ujarnya.

Menurutnya, permasalahan politik uang cukup kompleks untuk diuraikan. Pasalnya, di dalamnya tercampur unsur penyuapan, hingga ketakutan pemilih melaporkan masalah politik uang.

Ninis -panggilan akrab Khoirunnisa- menambahkan, para pemilih lebih cenderung menolak untuk melaporkan lantaran enggan berurusan panjang dengan pidana yang tidak sebanding dengan uang yang diterimanya. "Kalau di Pilkada itu, bahkan ada pasal yang memberi dan menerima dapat dipidana. Akhirnya orang yang menerima tidak mau lapor, karena daripada di pidana misalnya," tegasnya.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini