NAWACITAPOST.COM - Peristiwa kematian siswa SPN Kemiling Lampung menjadi sorotan publik.
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pun merekomendasikan pemasangan televisi kamera pengawas (CCTV) di seluruh Sekolah Polisi Negara (SPN).
"Kami merekomedasikan pemasangan CCTV di seluruh SPN sebagai bentuk pengawasan pendidikan siswa dan pengasuh," kata Anggota Kompolnas Poengky Indarti dikutip dari laman Antara, belum lama ini.
Selanjutnya, ia membeberkan CCTV tersebut perlu dipasang di titik lokasi tertentu dan strategis seperti tempat belajar dan mengajar, lapangan, ruang kelas, ruang pengajar, dan asrama siswa.
Perihal insiden tewasnya seorang siswa SPN Kemiling bernama Advent Pratama Telaumbauna, Kompolnas mengatakan minimnya CCTV di SPN.
"CCTV tersebut perlu di pasang di titik-titik tempat belajar mengajar," kata Poengky.
Dengan kondisi ini, Kompolnas memutuskan turun langsung ke Polda Lampung untuk mengawasi penyelidikan terhadap insiden meninggalnya siswa SPN Kemiling.
Dilansir dari media sosial Kompolnas, Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto dan Poengky Indarti hadir mengikuti konferensi pers Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika saat menyampaikan penanganan peristiwa kematian siswa SPN tersebut.
Dalam pengawasan tersebut, Kompolnas mendapat paparan dari kepala Bidang Propam dan Dirkrimum Polda Lampung terkait peristiwa meninggalnya Advent Pramata.
Kompolnas mendapatkan informasi bahwa Propam memeriksa 47 orang dan Ditreskrimum memeriksa 49 orang terkait peristiwa tersebut. Selain itu, dilakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) dan rekonstruksi perkara.
Penyelidikan dan pendalaman peristiwa kematian siswa SPN Lampung itu juga didukung dengan investigasi kejahatan secara ilmiah atau scientific crime investigation.
Saat ini, penyidik masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Adam Malik Lampung untuk mengetahui penyebab kematian siswa SPN itu.
Seperti pemberitaan sebelumnya, Advent yang merupakan siswa SPN Kemiling Lampung itu meninggal dunia usai apel atau pembinaan fisik pada Selasa 15 Agustus 2023 silam.
Saat menggelar jumpa pers kepada awak media, Kapolda Lampung, Irjen Helmy Santika mengucapkan turut berduka cita atas peristiwa kepada keluarga korban
Kapolda menyebut korban bernama Advent yang merupakan siswa SPN Kemiling Lampung ini merupakan siswa terbaik dan Irjen Helmy pun berkomitmen mengungkap peristiwa yang menelan korban jiwa.
Kepolisian akan berusaha transparansi dalam proses penyelidikan akan dijaga dengan melibatkan pihak eksternal seperti Kompolnas, Ombudsman, IDI, dan dokter forensik.
Oleh karena itu, Kapolda berharap informasi yang disampaikan akan komprehensif dan dapat diterima oleh masyarakat serta memastikan akuntabilitas hasil penyelidikan.
“Saya mengundang masyarakat, keluarga korban, dan siapa pun yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk berkontribusi dalam penyelidikan,” kata Irjen Helmy Santika. (*****)