Jumat, 5 Juni 2026

Pemerintah Gelar Pawai Reog Ponorogo Akhir Pekan Ini, Simak Rutenya

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 24 Agustus 2023 | 21:19 WIB

NAWACITApost.com - Dalam rangka Pemajuan dan Pelestarian Kebudayaan, Pemerintah Indonesia akan menggelar pawai Budaya Reog Ponorogo akhir pekan ini atau tepatnya pada Minggu (27/8/2023). Pawai akan dimulai pada pukul 08.00 WIB di halaman Perpustakaan RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Pawai Budaya Reog Ponorogo selanjutnya akan menuju Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Di sana, pawai akan disambut oleh palang pintu pencak silat, dan penampilan jathilan. Setelah itu, pawai akan diberangkatkan kembali menuju Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Kemenko PMK) untuk melakukan atraksi full reog Ponorogo.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pawai Budaya Reog Ponorogo ini digelar untuk mendukung dan mendorong pengusulan Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari UNESCO. Di Indonesia sendiri, Reog Ponorogo sudah diakui sebagai WBTB oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak tahun 2013.

Muhadjir mengajak berbagai pihak berkolaborasi mendukung pengusulan Reog Ponorogo untuk mendapat pengakuan dari UNESCO. “Saya mendukung penuh agar Reog diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda di UNESCO," kata dia, Kamis (24/8/2023).

Pawai Budaya Reog Ponorogo beserta seni budaya lainnya juga sekaligus untuk menyemarakkan HUT ke 78 Republik Indonesia (RI) dan bentuk aksi nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM), program pemerintah yang koordinasinya dilaksanakan oleh Kemenko PMK. Pawai Budaya Reog Ponorogo ini juga bagian dari program GNRM khususnya Gerakan Indonesia Mandiri (GIMa) yaitu peningkatan apresiasi seni, kreativitas, karya budaya dan warisan budaya. Karena, dalam pertunjukan Reog Ponorogo terkandung nilai-nilai yang selaras dengan GNRM, yaitu etos kerja, gotong royong, dan integritas.

Nantinya, di kantor Kemenko PMK akan dilaksanakan acara seremonial berupa penyerahan dokumen dukungan Pengusulan Reog Ponorogo sebagai WBTB UNESCO dari Bupati Ponorogo kepada Menko PMK dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek. Ketua Panitia Pawai Budaya Reog Ponorogo Molly Prabawati menambahkan, kegiatan kolosal ini terlaksana karena koloborasi bersama dari segenap pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan Pawai Budaya Reog Ponorogo.

"Terima kasih tak terhingga disampaikan kepada Kemendikbudristek, Kemenparekraf, POLRI, Perpusnas, BPOM, Pemprov DKI Jakarta, dan Pemkab Ponorogo. Semoga Reog Ponorogo segera tercatat dan diakui UNESCO sebagai WBTB,” kata dia.

Diketahui, Pemerintah Indonesia yang diwakili berbagai pemangku kepentingan, tengah berjuang agar dapat meloloskan Reog Ponorogo mendapat pengakuan WBTB dari UNESCO. Selama kurun waktu 4 tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten Ponorogo didukung berbagai pemangku kepentingan seperti Kemendikbudristek, dan lainnya juga terus melengkapi dan menyempurnakan semua persyaratan untuk disampaikan kepada UNESCO.

Dalam seleksi wawancara dengan UNESCO, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menjelaskan penggunaan bulu merak dan kulit harimau dalam kesenian Reog Ponorogo sudah aman dan tidak menyalahi aturan. Penggunaan bulu merak dalam Reog Ponorogo tidak dilakukan dengan mencabut bulu merak melainkan menunggu bulu pada merak terlepas sendiri. Sebab, pada periode tertentu, bulu merak memang secara alamiah akan terlepas sendiri dari tubuhnya.

Adapun penggunaan kulit harimau kini telah diganti dengan kulit kambing yang dibuat menyerupai kulit harimau. Selama ini, dua hal yang menyangkut perlindungan satwa tersebut menjadi pengganjal dalam pengusulan Reog Ponorogo menjadi WBTB.

“Kalau dua hal itu sudah terjawab dan dapat meyakinkan UNESCO, maka diharapkan Reog Ponorogo dapat lolos sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO,” jelas Sugiri.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini