NAWACITApost.com - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku prihatin dengan anak-anak muda yang banyak terpengaruh dengan konten-konten berbau mewah dan viral di media sosial. Padahal, semua anak-anak muda sejatinya memiliki potensi diri untuk dikembangkan di masa depan.
"Jadi, anak-anak muda sekarang sering terpengaruh terhadap sesuatu yang wah, viral atau apa. Sebetulnya semua anak itu punya potensi," kata Risma, di Jakarta, Kamis (17/8/2023).
Mensos lantas mencontohkan, marching band yang mengiringi upacara dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI) di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos), hari ini. Mereka merupakan anak-anak muda yang membanggakan karena meski tetap dapat berprestasi, meskipun menderita tunanetra.
"Tadi itu anak-anak tunanetra yang jadi marching band (upacara). Dia bisa kan, dia bisa dan baru kita latih setelah saya ngomong pakai anaka-anak itu, kita latih dia drumband. Ternyata bisa anak-anak itu," kata Risma.
Menurut Risma, dengan sebuah keahlian tentu anak-anak muda bisa mencari uang yang halal. Mantan Wali Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) itu menekankan bahwa setiap setiap orang pasti diberikan kelebihan dan kekurangan. "Kembangkan lah kelebihanmu itu," pesan dia.
"Nggak usah takut nanti akan salah. Ndak apa-apa nanti salah itu normal, kita semua manusia tidak mungkin semua bisa. Jadi, ndak usah minder. Misal aku ndak bisa matematika, enggak apa-apa, ada banyak hal lain yang bisa dikerjakan," sambung Risma.
-
Mensos mengaku, dirinya selalu menyampaikan pada guru-guru agar jangan menakut-nakuti anak-anak, misalkan tidak bisa satu mata pelajaran. "Karena setiap anak punya potensi dan yang harus kita kembangkan ialah potensi diri itu. Enggak apa-apa misalkan nggak bisa Fisika, ada pelajaran lain yang bisa kita pelajari, ada kehidupan lain yang bisa kita pelajari," kata Risma.
Ia menambahkan, baik orang tua maupun pihak sekolah juga semestinya tidak menghambat anak untuk berkembang. Sebab, apabila nanti sudah menjadi orang yang sukses tentu akan membanggakan bangsa.
"Lah, kalau anak-anak itu memang punya potensi itu kenapa enggak. Nanti kalau sudah jadi pemain badminton terkenal, pemain sepak bola terkenal, semua orang se-Indonesia muji, semua orang dunia muji. Kenapa enggak," kata Risma.
"Jadi, percayalah diri kalian pasti punya kelebihan. Pasti itu. Percaya pada kelebihan itu, kemudian kembangkan sesuai passion kalian," tandasnya.