Kamis, 4 Juni 2026

Presiden Jokowi Singgung Budi Pekerti Bangsa Mulai Luntur

Photo Author
adekurniawan, Nawacita Post
- Rabu, 16 Agustus 2023 | 11:50 WIB
Presiden Jokowi saat Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan SidangBersamaDPR-DPD
Presiden Jokowi saat Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan SidangBersamaDPR-DPD

NAWACITAPOST.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) prihatin dengan budaya santun mulai luntur di Indonesia. Dengan kebebasan serta demokrasi, katanya hanya untuk menyalurkan kedengkian dan fitnah.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Jokowi saat Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang BersamaDPR-DPD, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (16/8/2023).

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi memulainya dengan bicara mengenai hinaan yang fitnah yang kerap diterimanya. Setelah itu, ia pun mengaku tak masalah.

"Saya tahu ada yang mengatakan Saya ini bodoh, plonga-plongo, tidak tahu apa-apa, Fir'aun, tolol. Ya nda apa, sebagai pribadi saya menerima saja," kata Presiden Jokowi.

Selanjutnya, Presiden Jokowi pun merasa sedih karena budaya santun di Indonesia mulai sirna. Menurutnya, kebebasan dan demokrasi di Indonesia justru digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah.

"Tapi yang membuat saya sedih budaya santun budi pekerti luhur bangsa ini, kok kelihatannya mulai hilang?," ujar Presiden Jokowi.

Orang nomor satu Indonesia itu menambahkan bahwa budaya santun sekarang ini perlahan sudah tak dirasakannya.

"Kebebasan dan demokrasi digunakan untuk melampiaskan kedengkian dan fitnah. Polusi di wilayah budaya ini sangat melukai keluhuran budi pekerti bangsa Indonesia," ujarnya.

Kendati begitu, Presiden Jokowi menyadari bahwa tak semua masyarakat seperti itu. Tapi, mayoritas masyarakat pun kecewa dengan polusi budaya.

"Memang tidak semua seperti itu. Saya melihat mayoritas masyarakat juga sangat kecewa dengan polusi budaya tersebut," kata Jokowi.

Pada pidato tesebut, Presiden Jokowi mencoba mengambil hikmah di balik cacian dan makian yang makin merajalela.
Menurutnya, cacian dan makian itu justru membangunkan nurani bangsa untuk bersatu menjaga moralitas ruang publik.

"Cacian dan makian yang ada justru membangunkan nurani bangsa untuk bersatu menjaga moralitas ruang publi," katanya.

"Bersatu menjaga mentalitas masyarakat sehingga kita bisa tetap melangkah maju, menjalankan transformasi bangsa. Menuju Indonesia Maju. Menuju Indonesia Emas 2045," pungkas Presiden Jokowi (****)

Editor: adekurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini