Kamis, 4 Juni 2026

Pemuda Peduli Nias Minta Maskapai Penerbangan dan Pemerintah Turunkan Harga Tiket Pesawat Rute Nias - Medan

Photo Author
adekurniawan, Nawacita Post
- Jumat, 11 Agustus 2023 | 10:14 WIB
Tiket Pesawat Nias Medan
Tiket Pesawat Nias Medan

NAWACITAPOST.COM - Demi meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat kepulauan Nias, Ketua Umum Pemuda Peduli Nias (PPN), Evan Zebua, meminta pihak maskapai penerbangan dan pemerintah untuk menurunkan harga tiket pesawat rute Nias-Medan dan sebaliknya.

Menurutnya, kenaikan harga tiket penerbangan dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan dampak yang merugikan bagi masyarakat kepulauan Nias.

"Sulitnya aksesibilitas dan biaya perjalanan yang tinggi mengakibatkan masyarakat semakin terkucilkan, terutama di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal," kata Evan Zebua dalam keterangan pers yang diterima Nawacitapost.

Sebagai organisasi yang peduli terhadap kesejahteraan dan pembangunan wilayah kepulauan Nias, Pemuda Peduli Nias sangat menyadari pentingnya konektivitas dan aksesibilitas yang terjangkau bagi masyarakat.

Oleh karena itu, kami mengajak pihak maskapai penerbangan untuk bersama-sama berkontribusi dalam solusi yang konkret demi menurunkan harga tiket pesawat.

"Kami juga mendesak pemerintah untuk ikut berperan aktif dalam mengatasi masalah ini. Diperlukan kebijakan dan regulasi yang mendukung agar harga tiket pesawat dapat tetap terjangkau bagi masyarakat di kepulauan Nias,"  ujarnya.

Sebagai Ketua Umum Pemuda Peduli Nias, Evan Zebua percaya bahwa dengan turunnya harga tiket pesawat, aksesibilitas dan mobilitas masyarakat akan meningkat. Hal ini akan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi masyarakat di kepulauan Nias untuk mengakses layanan pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.

-


"Kami berharap pihak maskapai penerbangan dan pemerintah dapat segera merespon permintaan ini dengan langkah-langkah konkrit untuk menurunkan harga tiket pesawat rute Nias-Medan dan Medan-Nias," katanya.

Kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, pihak maskapai, dan masyarakat adalah kunci untuk mencapai aksesibilitas dan pembangunan yang lebih inklusif di kepulauan Nias.

Harga tiket penerbangan rute Nias-Medan dan Medan-Nias mengalami kenaikan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

"Kenaikan harga tiket yang melambung tinggi ini telah menimbulkan dampak yang merugikan bagi masyarakat kepulauan Nias, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal)," ujarnya.

Masyarakat kepulauan Nias, terutama yang berada di daerah 3T, semakin terkucilkan akibat sulitnya aksesibilitas dan biaya perjalanan yang tinggi. Kondisi ini sangat mempengaruhi mobilitas dan kesempatan masyarakat untuk mengakses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.

Kenaikan harga tiket penerbangan ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat Nias karena berdampak negatif pada upaya masyarakat untuk mendorong pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kepulauan Nias.

"Sulitnya akses dan biaya perjalanan yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah dan menghambat potensi pengembangan sektor-sektor strategis," katanya.

Sebagai organisasi yang berkomitmen untuk memajukan wilayah kepulauan Nias, kami mendesak pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait untuk segera mengatasi masalah ini. Diperlukan langkah-langkah konkret untuk mengendalikan harga tiket penerbangan agar tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama di daerah 3T.

"Kami juga mengajak pihak maskapai penerbangan untuk berpartisipasi dalam solusi yang konstruktif, seperti memberikan diskon khusus untuk masyarakat di kepulauan Nias atau mengadakan program subsidi tiket untuk daerah 3T," katanya.

"Kami berharap langkah-langkah ini dapat segera diimplementasikan demi meningkatkan konektivitas dan pemerataan pembangunan di kepulauan Nias. Dengan akses yang lebih mudah dan biaya perjalanan yang terjangkau, masyarakat di daerah 3T akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan meningkatkan kualitas hidup mereka," harapnya. (****)

Editor: adekurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini