Kamis, 4 Juni 2026

Penyebab Elektabilitas Anies Baswedan Masih Mandeg

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 8 Agustus 2023 | 11:58 WIB

NAWACITApost.com - Peneliti Indikator Politik Indonesia Bawono Kumoro mengungkapkan, mandegnya elektabilitas bakal calon presiden (bacapres) Anies Baswedan bukan semata-mata karena belum mengumumkan bakal calon wakil presidennya (cawapres).

"Apakah tren penurunan elektabilitas Anies Baswedan dikarenakan belum ada kepastian soal bakal cawapres pendamping? Sangat mungkin bukan karena itu," kata Bawono, dilansir dari Medcom.id, Selasa (8/8/2023).

Bawono menduga stagnasi elektabilitas Anies karena kerja politik belum maksimal. Padahal, kata dia, kerja politik di poros pendukung Anies, yakni Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) sejatinya sangat penting.

"Padahal itu penting sekali agar para pemilih atau konstituen dari partai-partai pendukung lebih solid dalam memberi dukungan terhadap Anies Baswedan. Sehingga tidak mengalami split ticket voting," ucap Bawono.

Bawono menambahkan, Anies perlu mencari cara untuk mengerek elektabilitas. Salah satunya, bisa dengan mengambil simpati pemilih Joko Widodo (Jokowi) di Pemilu 2019. Bawono mengatakan Anies memiliki modal mendapatkan simpati dari pemilih Prabowo Subianto di kontestasi sebelumnya. Khususnya pemilih yang kecewa bergabungnya Prabowo ke pemerintahan

"Untuk bisa mencegah penurunan elektabilitas jauh lebih tajam, maka mau tidak mau Anies Baswedan harus mampu merebut simpati para pemilih dari Presiden Joko Widodo di pemilu lalu," kata dia.

Sebelumnya, Partai Demokrat mendesak Anies Baswedan segera mengumumkan bakal cawapres pendampingnya. Anies dinilai tak seharusnya mengumumkan cawapres pada detik-detik akhir pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menilai, pengumuman itu akan mengkatrol elektabilitas Anies.

"Mengingat, kita tak memiliki kemewahan basis elektabilitas yang tinggi, jauh selisihnya dibandingkan dengan kompetitor," ujar Kamhar.

 

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini