NAWACITApost.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersiap maju menjadi Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas) 2024. Ia berharap, pencalonannya mendapat dukungan penuh dari kader beringin.
"Mudah-mudahan tahun depan ada konsolidasi, maka saya akan mencalonkan diri,” kata Bamsoet, ujarnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (26/7/2023).
Saat disinggung soal Munaslub, Bamsoet mengatakan, sangat tergantung kepada pengurus daerah sebagai pemilik suara. Dalam AD/ART Partai Golkar, Munaslub bisa digelar jika disetujui oleh 2/3 pengurus DPD tingkat provinsi.
"Sangat tergantung situasi partai ya, karena kan yang menentukan itu kan daerah," ucap Bamsoet.
Sebelumnya, Partai Golkar tengah digoyang isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk mendongkel posisi Airlangga Hartarto. Beberapa nama yang sudah siap menyatakan diri menggantikan posisi Airlangga, yakni Menteri Investasi merangkap Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Salah satu dorongan Munaslub itu datang dari anggota Dewan Pakar Partai Golkar Ridwan Hisjam, yang merasa kepemimpinan Airlangga selama jadi ketua umum partai sangat buruk. Oleh sebab itu, tak menutup kemungkinan diadakannya munaslub sama seperti akhir 2017 ketika Setya Novanto tersandung kasus korupsi.
“Munaslub bukan barang haram, suatu yang halal untuk dilaksanakan. Lagipula, Airlangga itu hasil Munaslub, kok (Airlangga bisa) bilang enggak ada Munalub itu bagaimana,” katanya di agenda Pemrakarsa Penggerak Kebangkitan Partai Golkar yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2023).