Kamis, 4 Juni 2026

Dirjen Bimas Kristen Minta Jajarannya Lakukan Program yang Dirasakan Masyarakat

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Selasa, 11 Juli 2023 | 14:03 WIB
Dirjen Bimas Kristen Kumpulkan Kabid/Pembimas Kristen se-Indonesia Bahas Program dan Anggaran, Bogor, Senin (10/7/2023). Foto Humas Dirjen Bimas Kristen.
Dirjen Bimas Kristen Kumpulkan Kabid/Pembimas Kristen se-Indonesia Bahas Program dan Anggaran, Bogor, Senin (10/7/2023). Foto Humas Dirjen Bimas Kristen.

NAWACITApost.comDirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung didampingi Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Johni Tilaar, Direktur Urusan Agama Amsal Yowei dan Perencana Ahli Madya selaku Ketua Panitia Rowles Hasugian meminta jajarannya melakukan inovasi dan program yang bisa langsung dirasakan masyarakat, tegasnya dihadapan Kepala Bidang/Pembimas Kristen dan Perencana pada Bimas Kristen Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia, di Bogor, Senin (10/7/2023).

-
Dirjen Bimas Kristen Pdt. Dr. Jeane Marie Tulung, M.Th, Bogor, Senin (10/7/2023). Foto Humas Dirjen Bimas Kristen.

Mantan Rektor Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado menyakatan hal tersebut, karena target serapan anggaran tahun 2023 pada Ditjen Bimas Kristen Pusat dan Daerah masih jauh diharapkan, dan untuk  itu perlu dioptimalkan, dan masih ada sisa 5 bulan lagi.

“Sebagaimana arahan Bapak Menteri Agama, bahwa serapan anggaran harus sesuai dengan target realisasi anggaran mencapai 70 persen dibulan per 31 Juli 2023,” tegas Dirjen.

Dirjen mengatakan proses penyerapan anggaran tersebut tentu tidak asal-asalan hanya demi memenuhi kuantitas, Jajaran Ditjen harus sudah memiliki program unggulan yang dapat direalisasikan dengan memaksimalkan strategi dan inovasi.

“Jangan terbuai dengan kegiatan monoton, lihat kembali, pikirkan strategi apa yang harus dilakukan, dan segera realisasi untuk mencapai target serapan anggaran,” dorong Dirjen.

Dalam hal menyusun Program dan Anggaran tahun 2024 Dirjen meminta agar sesuai dengan Program Prioritas Nasional, Program Strategis Kemenag dan Program Strategis Ditjen Bimas Kristen.

“Saya mengingatkan agar dalam menyusun anggaran 2024 semua berbasis pada program atau money follow program, bukan berbasis fungsi atau money follow function. Dengan demikian, anggaran digunakan berdasarkan prioritas program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

-


Dirjen mengingatkan tentang sasaran kinerja program prioritas Ditjen Bimas Kristen yang di kemas dalam tajuk 10.10 (sepuluh-sepuluh). Kesepuluh program tersebut adalah 10 Daerah Prioritas Pembangunan Keagamaan, 10 Aplikasi Layanan Digital, 10 Pusat Inkubasi Layanan Publik Berbasis Moderasi Agama, 10 Transformasi Lembaga Keagamaan, 10 Hibah Tanah untuk Layanan Pendidikan Keagamaan, 10 Pembukaan Satuan Pendidikan Keagamaan Kristen Baru, 10 Beasiswa Pengembangan SDM, 10 Desa Moderasi, 10 Jurnal Bereputasi dan 10 Bantuan Objek Budaya Keagamaan Kristen.

“Program 10:10 dibuat berdasarkan kebutuhan masyarakat. Apa yang menjadi persoalan? Kita identifikasi, kumpulkan, dan kelola dan kemudian buat target, setelah itu kita buat program, lalu bicara soal anggaran,” jelas Dirjen

Dalam bidang pendidikan, kata Dirjen masih banyak umat kristen yang belum terjangkau akses layanan pendidikan yang memadai dan berkualitas.

“Pada beberapa sekolah negeri terdapat murid beragama kristen namun tidak terdapat guru agama kristen, mari kita bantu, kita punya penyuluh agama yang dapat diperbantukan, Kabid/Pembimas harus dorong itu,” terang Dirjen.

Keberadaan Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK) saat ini menurut Dirjen belum mampu menjawab persoalan pendidikan kristen.

“Saya tantang Kabid/Pembimas membentuk Sekolah Dasar dan Menengah Negeri di daerah masing-masing. Saat ini kita baru memiliki 3 SMTK Negeri dan ini masih jauh dari kata cukup, oleh sebab itu kita usahakan penambahannya. Sekarang ada 8 yang sementara berproses di KemenPAN-RB, mudah-mudahan tahun ini sekolah negeri dapat bertambah,” jelasnya.

Dirjen mencontohkan strategi dan inovasi yang telah dilakukan Ditjen Bimas Kristen. “Di Mentawai sudah ada hibah tanah untuk membangun sekolah, saya datang langsung ke sana bertemu dengan Bupati dan masyarakat disana, ini adalah salah satu implementasi dari program 10:10. Kita berkolaburasi, dan kita sudah memulai, kalau tidak memulai kapan kita memulai, kala bukan kita yang memulai lalu siapa yang kita harapkan untuk memulai,” dorong Ditjen.

Saat ini Ditjen bimas Kristen melalui PTKKN berkolaburasi dengan Pemda dan masyarakat merintis Desa Moderasi Beragama. Ada 10 Desa Moderasi Beragama dan 10 pusat ikubasi layanan publik berbasis moderasi beragama yang akan di launching oleh Wakil Menag pada kegiatan ICC-IRS di IAKN Kupang 14 Juli mendatang.

Dirjen berharap keberadaan Ditjen Bimas Kristen di daerah memberi pengaruh besar di tengah masyarakat.

“Kehadiran kita di daerah harus dirasakan betul oleh masyarakat, bangunlah komunikasi dengan pemerintah setempat, gereja, organisasi, serta bergaul dengan masyarakat. Jangan lagi buat program yang monoton dan (copy paste), buat programs besar yang langsung dirasakan masyarakat,” tandasanya.

Pada kegiatan ini Dirjen menyerahkan sertifikat penghargaan kepada Bimas Kristen Kalimantan Utara dalam hal serapan anggaran tertinggi.

“Saya belum mau menyampaikan selamat meskipun tadi saya sudah menyerahkan sertifikat, saya baru akan menyampaikan selamat ketika sudah capai target. Semoga ini memotivasi semua Kabid/Pembimas berlomba-lomba mencapai target 70 persen di bulan Juli ini,” pungkas Dirjen Bimas Kristen.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini