NAWACITApost.com - BP2MI kembali Melepas 977 pekerja migran Indonesia untuk skema G to G, di Menara Peninsula Hotel, Senin 10/7/23. Di hadapan para Calon Pekerja migran Indonesia, saya katakan bahwa pekerja migran Indonesia yang segera diberangkatkan ke Korea Selatan dan Jerman yang bangga atas profesinya. Tidak semua orang mendapatkan peluang seperti mereka.
Saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Erick Thohir Menteri BUMN atas dua hal. Pertama, sebagai Ketua Umum PSSI beliau berhasil membawa Timnas Indonesia mengalahkan Thailand, dan kedua, atas transformasi besar yang dilakukan BP2MI. Kontribusi Pak Erick sangat besar," Tutur Kepala Badan BP2MI Benny Rhamdani
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, mengatakan lembaganya tak punya uang untuk memberikan pelayanan kepada para PMI.
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, mengatakan lembaganya tak punya uang untuk memberikan pelayanan kepada para PMI.
"Jawab kuat. Apakah kalian butuh dan ingin Bapak Erick Thohir?" lanjut Benny.
"Kalau saya tanya, apakah kalian butuh dan ingin Bapak Erick Thohir. Kalian jawab, kami butuh dan ingin Bapak Erick Thohir," pinta Benny kepada ratusan PMI.
"Apakah kalian butuh Bapak Erick Thohir?" tanya Benny.
Pertanyaan Benny tersebut kemudian dijawab ratusan PMI secara serentak sehingga ruangan bergemuruh.
"Kami butuh dan ingin Bapak Erick Thohir," ucap ratusan PMI.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani, mengatakan lembaganya tak punya uang untuk memberikan pelayanan kepada para PMI.
Hal tersebut disampaikan Benny Rhamdani, saat menyampaikan sambutan dalam acara pelepasan 120 PMI Korea Selatan (Korsel) dan 600 prelim dalam program kerjasama G To G di sektor fishing dan manufaktur kali ini.
Benny mengatakan, BP2MI bisa terus melayani para pekerja migran Indonesia (PMI) dengan bantuan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Bahkan, Benny menyebut, BP2MI berpotensi menjadi lembaga mati jika tak dibantu oleh Erick Thohir.
"Kalau saja bukan Pak Erick jadi menteri BUMN sudahlah mungkin BP2MI menjadi lembaga yang bisa dikatakan mati segan hidup enggak," ujar Benny.
Oleh karena itu, Wakil Ketua Umum Partai Hanura itu menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Erick Thohir, dalam kesempatan tersebut.
Kemudian itu dirasakan pekerja migran Indonesia. Kini pekerja migran Indonesia mendapatkan fasilitas istimewa. Presiden menginginkan lebih lagi pelayanan yang diberikan BP2MI kepada pekerja migran Indonesia. Dan itu telah kami kerjakan, pekerja migran Indonesia sederajat dengan Diplomat, Duta Besar.
Pekerja migran Indonesia punya Credentials Letter. BP2MI telah membangun Lounge dan Fast Track juga telah dirasakan pekerja migran Indonesia di 8 bandara Internasional. Saya juga menyampaikan sosok Erick Thohir memiliki kemampuan mengeksekusi kebijakan, pekerja migran Indonesia mengaku butuh dan ingin Bapak Erick Thohir.
Saya menyadari betul inovasi yang dilakukan BP2MI karena bantuan Bapak Erick Tohir . Kami mengurus 9 juta orang pekerja migran Indonesia dengan dana atau anggaran yang terbatas. Alhamdulillah, karena support Pak Erick Thohir segala program yang dijalankan BP2MI berhasil diwujudkan.
"Karena tanpa Pak Erick kita tidak bisa berbuat banyak, melindungi dan melayani anak bangsa yang menjadi PMI," pungkas Benny.