NAWACITApost.com - Kasus antraks muncul di Gunungkidul, Yogyakarta. Tiga warga di Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi DI Yogyakarta telah meninggal akibat penyakit antraks yang ditularkan dari hewan ternak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Siti Nadia Tarmizi, sedang menyelidiki epidemiologi kasus ini. Penyelidikan dilakukan di dua Kecamatan, yaitu Semanu dan Karangmojo, untuk mengukur penyebaran dan penyebab pasti penularan virus.
Berdasarkan hasil sementara, terdapat 93 pasien positif antraks di wilayah tersebut berdasarkan tes serologi. Selain itu, hasil pemeriksaan melalui genom sekuensing pada kasus-kasus yang meninggal menunjukkan hasil positif antraks.
Nadia menjelaskan bahwa kasus antraks di Gunungkidul adalah kasus pertama pada tahun 2023 setelah tahun sebelumnya tidak ada laporan kasus. Beberapa pasien masih dirawat sedangkan yang lain telah sembuh.
Kasus ini diduga terjadi karena konsumsi daging sapi saat perayaan Idul Adha yang lalu. Kabupaten Gunungkidul termasuk dalam daerah endemi antraks.
"Sapi dapat tertular saat memakan rumput yang terkontaminasi virus antraks. Ada juga kemungkinan bahwa virus antraks yang selama ini berada di dalam tanah terangkat ke permukaan karena aktivitas pertanian, karena antraks dapat bertahan hidup lama di tanah," ujar Nadia.
Setelah ditemukan lima hewan ternak positif antraks, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Gunungkidul langsung melakukan isolasi terbatas terhadap lalu lintas ternak di Kecamatan Semanu.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul, Wibawanti, menyatakan bahwa kelima hewan ternak tersebut menunjukkan gejala kematian mendadak.
Pihak berwenang sedang melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan lebih lanjut untuk mengendalikan penyebaran kasus antraks ini. Masyarakat di daerah tersebut juga diimbau untuk berhati-hati dan mengikuti petunjuk dari otoritas kesehatan terkait pencegahan dan pengobatan antraks.