NAWACITAPOST.COM - PNM Liga Nusantara musim 2024/2025 kini memasuki babak akhir fase pendahuluan, dan persaingan untuk mendapatkan tiket ke babak enam besar semakin sengit. Dengan format kompetisi yang hanya memberikan tiga tiket dari masing-masing grup, beberapa tim masih harus berjibaku hingga laga terakhir untuk memastikan langkah mereka ke tahap berikutnya.
Di Grup B, Persekabpas Pasuruan memimpin klasemen dengan 24 poin, diikuti oleh NZR Sumbersari, Persiba Balikpapan, dan Waanal Brothers yang hanya terpaut satu poin satu sama lain. Dua laga tersisa akan menjadi penentu bagi keempat tim ini, mengingat hanya tiga posisi teratas yang akan lolos.
Kondisi serupa terjadi di Grup A, meski Tornado FC Pekanbaru telah mengamankan tempat dengan koleksi 26 poin. Persaingan memanas antara Sumut United, PSGC Ciamis, Persikab Bandung, dan Persipasi, yang semuanya masih berpeluang merebut dua tiket tersisa.
Kompetisi ini memiliki format yang ketat, dengan tim yang gagal masuk tiga besar harus bertarung kembali di babak play-off degradasi. Babak ini akan menentukan tim mana yang akan bertahan di liga musim depan, dan mana yang harus terdegradasi. Jadwal padat ini menguji kekuatan dan strategi setiap tim untuk bertahan di ajang yang baru diperkenalkan ini.
Baca Juga: Wanita Ini Tiduri 1.057 Pria dalam Sehari!
PNM Liga Nusantara merupakan kompetisi semi-profesional pengganti Liga 3 yang diluncurkan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) pada Desember 2024. Kompetisi yang didukung oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ini melibatkan 16 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi dijadwalkan berlangsung dari 13 Desember 2024 hingga 26 Februari 2025, memberikan ruang bagi pemain muda untuk bersaing dan menunjukkan bakat mereka.
Ketua Umum PSSI yang juga Menteri BUMN, Erick Thohir, menyatakan optimismenya terhadap liga ini. Menurutnya, kerja sama dengan PT PNM memberikan angin segar bagi pembangunan sepak bola di tingkat akar rumput. Ia juga menekankan pentingnya kompetisi ini dalam menciptakan sistem sepak bola yang berkelanjutan.
Direktur Utama PT PNM, Arief Mulyadi, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk tanggung jawab sosial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui olahraga, terutama sepak bola. PNM Liga Nusantara tak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk mendukung ekonomi kreatif dan kewirausahaan.
Sejalan dengan visi Bersama Indonesia Maju 2045, kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta baru yang akan membawa prestasi bagi sepak bola nasional. Kolaborasi antara PT LIB dan PT PNM juga mencerminkan upaya sinergi antara olahraga dan pemberdayaan ekonomi, sesuai dengan misi PNM dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Baca Juga: Tidak Ada Libur Penuh Selama Ramadan 2025: Ini Aturan Lengkapnya
Dengan berbagai dinamika yang terjadi, PNM Liga Nusantara bukan hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi simbol semangat kolaborasi dan pembaruan. Babak enam besar yang semakin dekat akan menjadi pembuktian bagi tim-tim terbaik Indonesia dalam perjalanan mereka menuju puncak kompetisi ini.
Artikel Terkait
Kalapas Sekayu Terima Kunjungan Kabag TU dan Umum Ditjenpas Sumsel
Guna Memenuhi Hak-Hak Warga Binaan, Lapas Padangsidimpuan Gelar Sidang TPP
Siap Raih Predikat WBK Tahun 2025, Rutan Sukadana Gelar Assessment Pembentukan Tim Kerja ZI
Pemkab Rokan Hulu Dukung Program Kampung Bebas Narkoba
Secara Rutin, Petugas Lapas Gunungtua Laksanakan Penggeledahan Kamar Hunian