NAWACITApost.com - Data terbaru dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkapkan bahwa jumlah penduduk India telah mencapai angka yang mengesankan, mencapai 1,428 miliar jiwa.
Dengan pencapaian ini, India berhasil mengambil alih posisi Tiongkok yang sejak tahun 1961 selalu menduduki peringkat teratas dunia dalam hal jumlah populasi.
Selisih jumlah penduduk India dengan Tiongkok sangatlah signifikan, yakni lebih dari 2,9 juta jiwa. Pertumbuhan penduduk yang pesat di India menjadi penyebab utama terjadinya pergeseran ini.
Perlu dicatat bahwa India adalah negara yang memiliki tingkat kelahiran yang tinggi, sementara Tiongkok telah menerapkan kebijakan satu anak sejak beberapa dekade yang lalu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA) Wang Wenbin menjelaskan bahwa menilai bonus demografi suatu negara tidak bisa dilihat dari segi jumlah semata.
"Jumlah memang penting, tapi yang lebih penting adalah sumber daya manusia berbakat," katanya dalam pengarahan pers rutin di Beijing, Rabu (19/4). Wang menyebutkan dari 1,425 miliar jiwa penduduk Tiongkok, sekitar 900 juta di antaranya berusia angkatan kerja dengan rata-rata menerima pendidikan selama 10,9 tahun. "Bagi mereka yang memasuki dunia kerja, waktu menerima pendidikannya meningkat menjadi 14 tahun," ucap Wang Wenbin.
Dalam 60 tahun terakhir, China mengalami penurunan populasi untuk pertama kalinya. Data terbaru menunjukkan bahwa tingkat kelahiran nasional di China mencatat rekor terendah, yaitu hanya 6,77 kelahiran per 1.000 orang.
-
Data pemerintah telah memperingatkan bahwa China saat ini menghadapi krisis demografi yang mengkhawatirkan. Populasi China tidak hanya menyusut, tetapi juga semakin menua jika dibandingkan dengan negara-negara Asia Timur lainnya, seperti Jepang dan Korea Selatan.
Namun, Pemerintah Tiongkok telah menerapkan strategi nasional menghadapi penuaan penduduk dengan mengeluarkan kebijakan tiga anak berikut berbagai insentif pendukung.
"Bonus demografi di Tiongkok masih belum berhenti dan kami sedang merancang bonus demografi berbakat," kata Wang mengutip pernyataan Perdana Menteri Li Qiang.
Data yang dirilis oleh PBB terkait jumlah penduduk Tiongkok tidak mencakup populasi Hong Kong dan Makau. Kedua wilayah ini merupakan Wilayah Administrasi Khusus yang berada di bawah pemerintahan Tiongkok. Populasi Hong KongĀ dan makau diperkirakan mencapai 8 juta jiwa,