Jakarta, NAWACITAPOST. com – Pembangunan jalur kereta cepat Jakarta - Bandung PP bukan tanpa hambatan. Mulai dai pembebasan tanah, dan biaya yang semakin membengkak, belum lagi bunga dan hambatan lainnya.
Baca Juga : Denny Siregar : Rekam Jejak Buruk Digital Anies Baswedan Saat Pilgub Jakarta 2017 Bakal Dibongkar dan Disebar
Bahkan seorang ekonom senior Faisal Basri pernah melontarkan bahwa di usai kepemimpinan Presiden Jokowi, kereta cepat bakal mangkrak. Namun, apa yang dikhawatirkan itu, kini kereta cepat sudah mulai melakukan uji coba, dan sejumlah Menteri (Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, Menhub Budi Karya Sumadi, pejabat lainnya, termasuk pemilik atau pembuat kereta cepat dari China) turut menaiki kecepatan kereta yang dibuatnya dengan format transfer tekhnologi.
Kembali ke Faisal Basri, jika kritikannya boleh ampuh saat Soeharto dan SBY menjadi Presiden. Ketika mengkritik Presiden Jokowi, Faisal Basri tak berkutik.
Pernyataan pedas ke pemerintahan Jokowi, Faisal menyebut investasi Indonesia di kereta cepat tak akan balik sampai dunia kiamat.
Kritikan yang disampaikan Faisal Basri, kini dijawab penggiat media sosial Denny Siregar, bahwa kereta cepat jangan disamakan dengan pedagang sayur, pagi belanja sore untung.
Justru investasi kereta cepat bisa disejajarkan dengan investasi infrastruktur lainnya, dimana nilai ekonominya bukan dari penjualan tiket, tapi justru dari dampak ekonomi dari setiap stasiun pemberhentian kereta cepat, akan tumbuh ekonomi-ekonomi baru, mulai dari real estate sampai UMKM akan tumbuh bermunculuan. Harga tanah di sana akan naik dan langsung dirasakan oleh rakyat dengan fasilitas kereta cepat dari pemerintah.
Yang jelas, apa yang dilakukan Jokowi dalam membangun infrastruktur termasuk membangun kereta cepat tak akan mangkrak.