Solo, NAWACITAPOST.com – Guna menyukseskan visi Indonesia Emas 2045 atau 22 tahun lagi dari sekarang (2023), Indonesia telah punya rangkuman yang tertuang dalam Rancangan Akhir Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 yang telah diluncurkan Presiden Joko Widodo, maka MPR RI akan memperkuatnya dengan menghadirkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN), tutur Ketua MPR yang juga Dosen Tetap Pascasarjana Program Doktoral (S3) Universitas Borobudur dan Ketua Dewan Pembina Perhimpunan Alumni Doktor Ilmu Hukum UNPAD Bambang Soesatyo biasa disapa Bamsoet saat menyampaikan kuliah umum di Auditorium GPH Haryo Mataram, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Jumat (23/6/23).
Baca Juga : Musyawarah Kerja Nasional KAMMI, Ketua MPR Bamsoet Ingatkan Pentingnya ‘Merawat Indonesia’ Cegah Negara Gagal
Bamsoet memaparkan, mengingat Visi Indonesia Emas 2045 hanya akan terwujud, setelah melalui beberapa periodisasi pemerintahan.
-
-
Bamsoet mengatakan, Tahun 2023 ini pendapatan perkapita Indonesia mencapai 5.083 dolar AS per tahun. Sementara untuk menjadi negara maju, pendapatan perkapitanya harus 11.906 dolas AS.
Ketua DPR RI (15 Januari 2018 – 30 September 2019) menyampaikan di forum kampus UNS itu, bahwa masih ada penduduk Indonesia yang miskin, dan menurut BPS mencatat per September 2022, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,36 juta jiwa, atau setara 9,57 persen dari total populasi.
Ketua Dewan Pembina Depinas SOKSI ini, yakin bahwa ketimpangan (penduduk miskin dan kaya) bisa teratasi, bila 5 visi itu terlaksana dengan baik, tegasnya.
Turut hadir jajaran Rektorat UNS, antara lain Rektor Jamal Wiwoho, Ketua Senat Akademik Adi Sulistiyono, Ketua Dewan Profesor Suranto Tjiptowibisono, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Ahmad Yunus, Wakil Rektor Bidang Umum dan SDM Muhtar, serta Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Kuncoro Diharjo. Hadir pula Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya, serta Ketua Ikatan Alumni Fakultas Pertanian UNS Dina Hidayana.