NAWACITApost.com, Nasional - Permukiman liar di kolong Jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit Kilometer 17, Jelambar Baru, Jakarta Barat rupanya sudah ada sejak 1996 atau sebelum reformasi. Setidaknya, terdapat 71 kepala keluarga dengan sekitar 100 lebih warga yang tinggal di daerah tersebut.
Meski sempat digusur, permukiman liar ini kembali didirikan hingga akhirnya terbakar pada 2019 silam. Kebakaran itu merupakan yang kedua kalinya terjadi karena lupa mematikan kompor.
Mereka sempat ditawari untuk menempati rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Marunda, Jakarta Utara dan kawasan Kapuk, Jakarta Barat. Sebagian warga lantas pindah ke rusunawa tersebut. Namun, setelah tiga bulan dibebani biaya sewa untuk menempati rusunawa, mereka memilih angkat kaki dari sana.
Setelah viral di media sosial, Lurah Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta Barat melakukan pendataan warga kolong Jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit. Berdasarkan pendataan diketahui, sebagian warga yang menghuni kolong jalan tol tersebut merupakan eks warga Kalijodo yang terkena penggusuran.
Ia menyebutkan, rata-rata warga yang menempati hunian di kolong tol memiliki KTP DKI Jakarta. "Ada laporan, mereka eks (penghuni) Kalijodo. Cuma itu kan sudah lama ya, kayaknya sih keluar-masuk situ," kata Danur, dikutip Rabu (21/6/2023).
Untuk menuju tempat tersebut, Anda bisa masuk terlebih dahulu lewat tembok beton berkelir oranye di seberang pinggiran Kali Ciliwung, Jelambar Baru, Jakarta Barat. Pintu beton tersebut hanya bisa dilewati oleh satu orang.
Apabila dipandang dari kejauhan, tak nampak jika sebenarnya itu adalah jalan masuk menuju celah tol berukuran tinggi setengah meter tersebut. Jika hendak masuk ke dalam, siapa pun perlu berjalan menunduk kalau tidak ingin kepalanya terbentur badan jalan tol.
Warga membuat rumah petak di sisi kanan dan kiri kolong. Ukuran dari rumah-rumah tersebut bervariasi, ada yang berukuran 1x1 meter, 2x2 meter, bahkan ada yang nampak sangat luas. Hanya saja, rumah-rumah tersebut nampak jauh dari kata layak.
Pasalnya, bangunan yang mereka sebut rumah itu terbuat dari bilik-bilik kayu yang ditempel berantakan. Sementara lantainya, masih berupa semen atau bahkan tanah berkerikil.