NAWACITApost.com, Nasional - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menekankan keberlanjutan dan kesinambungan dalam kepemimpinan. Presiden menyampaikan, kepemimpinan pada sebuah bangsa ibarat tongkat estafet yang harus bersambung dan bukan dimulai dari nol, seperti di SPBU.
“Kepemimpinan itu ibarat tongkat estafet, bukan meteran pom bensin. Kalau meteran pom bensin itu, ‘Pak, dimulai dari nol ya’ sama ditunjukkan ini. Apakah kita mau seperti itu? Ndak kan. Masa kayak meteran pom bensin," kata Jokowi, dikutip Jumat (16/6/2023).
Menurut Jokowi, kesinambungan dalam kepemimpinan sangat penting. Selain itu, pemimpin baru juga perlu menghormati dan memanfaatkan warisan kepemimpinan sebelumnya sambil membawa ide-ide dan inovasi baru ke dalam organisasi atau tim.
"Mestinya kalau sudah dari TK, SD, SMP, ini ya kepemimpinan berikut masuk ke SMA, universitas. Nanti kepemimpinan berikut masuk ke S2, S3, mestinya seperti itu. Tidak maju mundur poco poco, ndak," ujarnya.
Jokowi menambahkan, kepemimpinan yang kuat dan berkelanjutan menjadi prasyarat untuk menggapai visi Indonesia Emas 2045. Selain itu, menjaga stabilitas bangsa dan negara juga penting. "Tidak ada satu negara pun yang berhasil mencapai sebuah kemakmuran saat kondisinya tidak stabil, enggak ada," kata dia.