Rabu, 3 Juni 2026

AS Akan Blokir TikTok Mulai 19 Januari 2025, Ini Alasannya

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Selasa, 14 Januari 2025 | 15:20 WIB
AS Akan Blokir TikTok Mulai 19 Januari 2025
AS Akan Blokir TikTok Mulai 19 Januari 2025

NAWACITAPOST.COM - Pada Jumat (10/1/2025), mayoritas hakim di Mahkamah Agung Amerika Serikat (SCOTUS) tampak mendukung rencana pemblokiran platform media sosial TikTok di AS.

Langkah ini bermula pada April 2024 ketika Presiden Joe Biden memerintahkan ByteDance, perusahaan induk TikTok yang berbasis di China, untuk menjual aplikasinya. Jika penjualan tidak dilakukan, TikTok akan diblokir di AS.

Pengacara TikTok, Noel Francisco, mengungkapkan bahwa aplikasi tersebut diperkirakan akan ditutup pada 19 Januari 2025, sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan untuk proses penjualan.

Jika pemblokiran diberlakukan, TikTok tidak akan tersedia di toko aplikasi AS, dan semua layanannya di negara tersebut akan dihentikan.

TikTok telah memperingatkan bahwa lebih dari 170 juta pengguna aktifnya di Amerika Serikat akan terdampak jika larangan ini diterapkan.

Baca Juga: Lirik dan Makna Lagu Sekecewa Itu - Angga Candra yang Viral di Tiktok

Kekhawatiran utama AS adalah potensi risiko keamanan data. ByteDance, yang berkantor pusat di Beijing, dicurigai memiliki akses ke data pengguna Amerika dan kemungkinan membagikannya dengan pemerintah China.

Kekhawatiran ini mendorong serangkaian tindakan sejak era Presiden Donald Trump pada 2020, yang sempat mengeluarkan perintah eksekutif untuk melarang TikTok, meskipun larangan tersebut tidak pernah dijalankan.

Presiden Biden kemudian mencabut larangan tersebut pada 2021 dan mengeluarkan perintah baru yang lebih fokus pada pengawasan ByteDance. Pada 2022, Biden juga menandatangani aturan yang melarang penggunaan TikTok di perangkat milik pemerintah.

Menurut data Pew Research Center pada November 2024, sepertiga orang dewasa AS menggunakan TikTok, dengan 59 persen dari mereka berusia di bawah 30 tahun. Selain itu, 95 persen pengguna dewasa mengakses TikTok untuk hiburan.

Baca Juga: Millendaru dan Ameena Main Tiktok Bareng, Warganet Beri Komentar Pedas

TikTok saat ini mempekerjakan sekitar 7.000 karyawan di Amerika Serikat. Namun, belum jelas bagaimana nasib para pegawai ini jika pemblokiran benar-benar diberlakukan.

Dengan dampak besar pada pengguna, ekonomi digital, dan hubungan diplomatik, keputusan akhir tentang masa depan TikTok di AS akan menjadi salah satu sorotan utama dalam kebijakan teknologi global.



Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini