Kamis, 4 Juni 2026

Adakan Pertemuan Bilateral, Ini Empat Poin Pembahasan Presiden Jokowi Saat Bertemu Presiden Marcon

Photo Author
safrianasyahra, Nawacita Post
- Senin, 22 Mei 2023 | 09:40 WIB
Empat Poin Pembahasan Presiden Jokowi Saat Bertemu Presiden Marcon
Empat Poin Pembahasan Presiden Jokowi Saat Bertemu Presiden Marcon

Jakarta, NAWACITApost.com Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengadakan pertemuan bilateral yang berlangsung di Hotel Grand Prince, Hiroshima, Jepang, pada hari Minggu (21/05/2023).

Dalam pertemuan tersebut membahas 4 poin penting mengenai beberapa isu, termasuk keanggotaan Indonesia di Financial Action Task Force (FATF) dan isu-isu terkait pertahanan kedua negara.

Pertama, Salah satu topik yang menjadi perhatian dalam pertemuan ini adalah keanggotaan Indonesia di FATF.

“Pertama, keanggotaan babsnsfaydonesia di FATF, saya harap dukungan Prancis agar Indonesia diterima sebagai anggota FATF. Indbnonesia satu-satunya negara G20 yang belum menjadi anggota FATF,” ujar Presiden Jokowi.

Kedua, membahas mengenai Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUE-CEPA) yang merupakan sebuah kesepakatan dagang yang sedang dalam tahap penyelesaian. Dalam upaya untuk mempercepat proses tersebut, Presiden Indonesia telah meminta dukungan dari Presiden Macron. Dukungan ini diharapkan akan memberikan dorongan yang kuat bagi negosiasi IUE-CEPA, sehingga kesepakatan ini dapat selesai pada tahun depan.

Ketiga, pertemuan antara kedua Presiden tersebut tidak hanya berfokus pada kerjasama ekonomi, tetapi juga membahas investasi di sektor-sektor strategis. Presiden Jokowi dengan baik menyambut keikutsertaan perusahaan-perusahaan Prancis dalam proyek hilirisasi Indonesia.

Selain itu, bantuan dari Prancis melalui The Agence Française de Développement (AFD) senilai 500 juta Euro dan kemitraan Just Energy Transition juga menjadi topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Presiden Jokowi juga menyadari pentingnya mendorong tindak lanjut kerja sama dengan perusahaan dan lembaga Prancis dalam bidang teknologi berkelanjutan. Dalam konteks ini, terdapat dua kerja sama yang mendapatkan perhatian khusus, yaitu kerja sama antara Hydrogene de France (HDF) dengan PT Bukit Asam dalam pengembangan teknologi berbasis hidrogen, serta kerja sama antara Centre de coopération internationale en recherche agronomique pour le développement (CIRAD) dengan Yayasan Biru Indonesia dalam pembangunan berkelanjutan.

“Indonesia juga buka investasi untuk bangun Ibu Kota Nusantara di bidang infrastruktur, energi hijau, dan ecotourism. Kami sudah siapkan insentif dan fasilitas investasi,” imbuhnya.

Keempat, dalam bidang pertahanan dan alat utama sistem senjata (alutsista). Presiden Jokowi dengan  antusias menyambut rencana kerja sama antara PT Len Industri dan perusahaan pertahanan Prancis, Thales, di bidang pertahanan dan alat utama sistem senjata (alutsista). Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat industri pertahanan Indonesia dan meningkatkan kapabilitas alutsista negara.

“Mari terus dorong alih teknologi, transfer pengetahuan dan produksi bersama,” lanjutnya.

Selain itu Presiden juga mengajak Prancis untuk berpartisipasi pada pertemuan ASEAN-Indo-Pacific Forum di Jakarta pada September mendatang.

“Saya ajak partisipasi sektor swasta Prancis untuk implementasi kerja sama konkret AOIP. Saya juga undang partisipasi Prancis pada ASEAN-Indo-Pacific Forum di Jakarta bulan September,” ujarnya.

 

Editor: safrianasyahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini