Kamis, 4 Juni 2026

Sila Pertama Pancasila, Menko PMK Inti Mengatasi Permasalahan Bangsa Indonesia

Photo Author
adekurniawan, Nawacita Post
- Sabtu, 20 Mei 2023 | 13:25 WIB

 

NAWACITAPOST.COM - Menko PMK, Muhadjir Effendy menyebut Pancasila sila pertama menjadi peran komunitas keagamaan dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa Indonesia sangat penting.

Menurutnya, hal itu terbukti dalam dasar negara Indonesia Pancasila yang menempatkan "Ketuhanan Yang Maha Esa" sebagai sila pertama.

Muhadjir Effendy memaparkan saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tahun 2023 Pemuda Katolik, pada Jumat (19/5/2023).

"Harus kita akui, sila Ketuhanan Yang Maha Esa adalah energi yang melimpah yang mengimbas pada sila-sila berikutnya. Tanpa ada sila pertama saya yakin 4 sila lain akan mengalami kekosongan," kata Muhadjir Effendy dalam keterangan pers yang diterima redaksi Nawacitapost, Sabtu (20/5/2023).

Pada acara tersebut turut hadir Gubernur Riau Syamsuar, Anggota DPR RI Effendy Sianipar, Anggota DPD RI Haripinto Tanuwidjaja, Uskup Agung Padang Mgr. Vitus Rubianto Solichin, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, K, Ketua Komisariat Daerah Pemuda Katolik Riau Lorensius Purba, Ketua Panitia RAPIMNAS I Pemuda Katolik Tahun 2023 Pandapotan Sitanggang, Peserta RAPIMNAS I Pemuda Katolik Tahun 2023 dari seluruh Indonesia.

-
Menko PMK, Muhadjir Effendy

Muhadjir Effendy berharap komunitas keagamaan bisa saling memperat hubungan lintas keagamaan dan lintas keyakinan untuk bahu membanhu dalam pembangunan nasional.

Menurutnya, bila komunitas keagmaan bisa bertenggang rasa dan solid, maka akan menjadi ujung tombak dalam mengatasi berbagai macam masalah kebangsaan.

Salah satu contoh baik, menurut Muhadjir adalah yang dilakukan Komunitas Agama Katolik. Dia memaparkan, komunitas agama katolik sudah banyak membantu pemerintah dalam mengatasi di masa sulit pandemi Covid-19, permasalahan stunting, dan kemiskinan, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

"Saya berterima kasih kepada seluruh umat Katolik yang telah betul-betul ambil bagian. Mulai dari waktu Covid-19 kami gunakan gereja untuk melakukan vaksinasi memberikan penyuluhan, bahkan juga memberikan bantuan sosial di wilayah yang mayoritas umat gerejawi. Dan ini punya andil luar biasa. Kita juga terus bersama-sama seperti NTT itu dukungan gereja luar biasa," ungkapnya.

"Oleh karena itu kita ingin betul-betul bergandengan tangan semua umat beragama yang menempatkan sila pertama adalah segalanya itu untuk menjadi spirit utama dari kemajuan bangsa kedepan," imbuh Muhadjir

Muhadjir juga menekankan, semua keyakinan agama selalu mengedepankan aspek nilai kemanusiaan. Dalam hal itu, dia meminta seluruh komunitas agama di Indonesia selalu mengutamakan solidaritas dan nilai kemanusiaan dibandingkan dengan ego "chauvinisme" masing-masing umat. Hal itu juga untuk mewujudkan Indonesia yang inklusif dan toleran.

"Dan inilah aspek nilai ketuhanan nilai kemanusiaan yang perlu kita kedepankan untuk membangun Indonesia kedepan," ucapnya.

Menutup sambutannya, Menko PMK juga membacakan pantun yang memberikan apresiasi dan semangat pada para Pemuda Katolik untuk turut serta dalam membangun bangsa Indonesia.

_Padi muda jangan dilurut,_
_Kalau dilurut, pecah batang,_
_Para pemuda katolik harus pantang surut,_
_Kalau surut Indonesia Emas tak akan datang_

_Masak nasi menggunakan kayu bakar,_
_Walau begitu tetaplah enak rasanya_
_Dengan semangat berkobar-kobar,_
_Mari pemuda katolik membangun bangsa_

Usai kegiatan, pada malam harinya, Menko PMK Muhadjir Effendy selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi Bisnis dan Industri Halal bersama dengan Gubernur Riau Syamsuar menghadiri kegiatan Silaturahmi Syawal 1444H dan Pengukuhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan 'Aisyiah Riau Periode 2022-2027, di Gedung Daerah Serindit, Kantor Gubernur Riau. (****)

Editor: adekurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini