Kamis, 4 Juni 2026

Kadis Kominfotik Provinsi Lampung Buka Suara Terkait Viral Jalanan Rusak

Photo Author
adekurniawan, Nawacita Post
- Senin, 8 Mei 2023 | 07:03 WIB
Jalanan Rusak di Lampung berimbas pencopotan dan pergeseran jabatan Kadis - Kominfotik, Ganjar Jationo
Jalanan Rusak di Lampung berimbas pencopotan dan pergeseran jabatan Kadis - Kominfotik, Ganjar Jationo

NAWACITAPOST.COM - Jalanan rusak di Provinsi Lampung yang viral di sosial media berdampak kepada pencoptan Kepala Dinas Komunikasi Informasika dan Statistik (Kadis - Kominfotik), Ganjar Jationo.

Gubernur Provinsi Lampung, Arinal Djunaidi memutuskan untuk mengganti posisi Ganjar Jationo kepada Achmad Saefulloh. Ia berstatus pelaksana harian (Plh) Kadis Kominfotik.

Sementara itu, Ganjar Jationo mengemban jabatan baru sebagai Plt Staf Ahli Gubernur Lampung Selatan untuk menjalani bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik

Dengan rotasi jabatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdapov) Lampung Fahrizal Darminto turut menanggapi perpindahan jabatan usai viral jalanan rusak.

Meskipun pencopotan jabatan kadis Kominfotik terkesan mendadak menimbulkan pertanyaan dari berbagai elemen masyarakat Indonesia.

-


Perihal tersebut, Rudi Antoni selaku Presidium Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (Humanika) Provinsi Lampung membantah terkait rotasi atau pencopotan jabatan tersebut.

“Meski sudah dibantah, tapi saya berkeyakinan pencopotan Kadis Kominfotik masih ada kaitan viralnya nama Provinsi Lampung di media sosial terkait kondisi jalan rusak,” ujar Rudi Antoni.

Selanjutnya, Rudi Antoni menjelaskan bahwa kurang tepat jika perihal pencoptan itu dikaitkan dengan jalanan rusak yang viral di sosial media.

“Kalau soal jalan rusak dan bangunan mangkrak, tentu yang harus dievaluasi adalah Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung," ujarnya.

"Bila perlu laporkan ke aparat penegak hukum, termasuk lakukan audit secara menyeluruh terkait program proyek-proyek yang ada,” tutur Rudi Antoni.

Jadi, Rudi Antoni menegaskan kalau Ganjar Jationo seharusnya tidak terkena imbasnya yang dicopot atau digeser dari jabatannya.

“Jadi sekali lagi, harusnya bukan Kadis-Kominfotik Lampung, Ganjar Jationo yang malah kena “getahnya” dicopot atau digeser dari jabatannya. Ini sama saja Jaka Sembung Bawa Golok alias Tidak Nyambung,” pungkas Rudi Antoni.

Editor: adekurniawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini