NAWACITAPOST.COM - Anggota DPR RI, Yasonna H. Laoly, menggelar pertemuan pada 13 Desember 2024 di Christian Centre, Medan, Sumatra Utara. Acara ini menjadi kesempatan bagi Yasonna untuk bertemu langsung dengan masyarakat di daerah pemilihannya, Sumatera Utara I. Lebih dari 100 peserta hadir, menjadikan forum ini sebagai ajang silaturahmi yang hangat sekaligus ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Yasonna berbicara tentang pentingnya menjaga dan memperkuat sistem Demokrasi Pancasila. Ia menjelaskan bahwa sistem ini merupakan wujud nyata dari nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Demokrasi Pancasila, menurutnya, menekankan prinsip-prinsip musyawarah, gotong royong, dan keadilan sosial yang telah menjadi bagian dari budaya dan karakter bangsa Indonesia.
“Sistem Demokrasi Pancasila adalah sistem yang mendasarkan pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Sistem ini mengutamakan prinsip-prinsip musyawarah, gotong royong, dan keadilan sosial, sesuai dengan budaya dan karakter masyarakat Indonesia,” ungkap Yasonna di hadapan para peserta.
Yasonna juga menguraikan berbagai ciri khas yang membedakan Demokrasi Pancasila dari sistem demokrasi lainnya. Ia menegaskan bahwa kedaulatan rakyat menjadi prinsip utama dalam sistem ini, di mana kekuasaan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan sesuai dengan UUD 1945. Proses pengambilan keputusan dalam Demokrasi Pancasila, tambahnya, harus mencerminkan nilai-nilai Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.
Musyawarah untuk mufakat disebut sebagai salah satu pendekatan utama dalam pengambilan keputusan, dengan tujuan melibatkan semua pihak secara adil. Prinsip ini juga sejalan dengan penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, asalkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Yasonna menggarisbawahi pentingnya gotong royong sebagai landasan kerja sama yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan bersama.
Selain itu, ia menyinggung keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai bagian integral dari Demokrasi Pancasila. Sistem ini, katanya, menghindari ekstremitas individualisme yang sering ditemukan dalam Demokrasi Liberal maupun kolektivisme mutlak dalam Demokrasi Sosialis. Sebaliknya, keharmonisan antara individu, masyarakat, dan negara menjadi prioritas utama.
Yasonna menjelaskan lebih lanjut bahwa implementasi Demokrasi Pancasila harus sesuai dengan konstitusi, yaitu UUD 1945. Lembaga-lembaga negara seperti DPR, MPR, dan Presiden menjalankan tugasnya berdasarkan prinsip demokrasi dan nilai-nilai Pancasila. Salah satu bentuk nyata dari penerapan Demokrasi Pancasila, menurutnya, adalah otonomi daerah. Dengan otonomi daerah, masyarakat diberi kebebasan untuk mengatur urusan sesuai aspirasi dan kebutuhan lokal.
Saat berbicara mengenai pelaksanaan Pemilu, Yasonna mengakui bahwa meski telah banyak kemajuan, masih terdapat tantangan yang harus diatasi. Ia menekankan pentingnya netralitas aparatur negara dan aparatur sipil negara untuk memastikan proses Pemilu berjalan adil dan menghasilkan pemimpin terbaik.
Baca Juga: Ibadah Adven dan Serah Terima MPH-PGI, Melangkah dalam Spirit Sang Immanuel
“Netralitas aparatur negara dan aparatur sipil negara sangat diperlukan agar pelaksanaan Pemilu dapat berjalan dengan baik, menghasilkan keterwakilan yang tepat, dan memunculkan pemimpin terbaik bagi bangsa ini,” ujar Yasonna.
Acara ini ditutup dengan diskusi interaktif antara Yasonna dan peserta, yang diikuti dengan doa bersama. Antusiasme peserta terlihat jelas dalam suasana yang penuh kehangatan dan harapan. Pertemuan ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat serta menjadi langkah positif dalam memperkuat pembangunan demokrasi yang lebih matang di Indonesia.
Artikel Terkait
7 Hotel Terbesar di Dunia, Nomor Satu Tetangga Indonesia
Jelang Nataru, Kepala Lapas Kelas IIB Siborongborong Pimpin Rapat Dinas Bersama Jajaran
Dukung Perkembangan Sepak Bola, Kick Off PNM Liga Nusantara Siap Digelar di Solo
Tuntaskan LKE B12, Lapas Kelas IIB Lubuk Pakam Terima Pendampingan
InJourney Aviation Services Buka Posko Gabungan Nasional, Persiapan Pelayanan Nataru 2024-2025 Di Seluruh Bandara