Jember, NAWACITAPOST.COM - Dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2023, Kapolres Jember AKBP. Hery Purnomo SIK. SH., bersama jajaran Forkopimda menandatangani kesepakatan kegiatan gerpas pohon yakni pemotongan ranting pohon yang dinilai membahayakan ketika terjadi angin kencang.
Penandatanganan kesepakatan gerpas pohon di wilayah Kabupaten Jember, tersebut dilaksanakan saat Forkopimda Jember dan sejumlah jajaran perusahaan BUMN menggelar apel bersama di alun-alun Jember, Jawa Timur, pada Selasa, (24/1/2023).
Kapolres Jember AKBP. Hery Purnomo SIK. SH, dalam kesempatan tersebut menyatakan, bahwa apel bersama K3 Nasional ini sebagai upaya untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja dan pencegahan penyakit, sehingga produktivitas masyarakat Jember menjadi lebih baik.
“Apel K3 Nasional ini, merupakan awal kegiatan Forkopimda untuk melakukan penggerpasan pohon di kawasan perkotaan dan juga kecamatan-kecamatan di Jember untuk mengurangi angka kecelakaan kerja, salah satunya bahayanya keberadaan pohon dan ranting yang bisa mengancam keselamatan pengendara dan juga masyarakat,” jelas Kapolres Jember.
-
Sementara Bupati Jember H. Hendy Siswanto, dalam sambutannya yang membacakan amanat Menteri Tenaga Kerja RI menyatakan, bahwa momentum hari K3 Nasional tahun 2023, diharapkan bisa mendorong budaya K3 yang lebih baik, terutama dalam mengurangi resiko kecelakaan kerja.
Oleh karenanya, pemkab Jember menggandeng sejumlah pihak untuk berakselerasi dan menjadikan K3 sebagai perioritas dan perhatian bersama.
“Kegiatan Hari ini merupakan wujud nyata bentuk kolaborasi gabungan dari semua instansi dan stakeholder. Dan juga dalam rangka Memperingati Hari Nasional K3,” tutur Bupati Jember.
Agenda penggerpasan dahan pohon yang akan dilangsungkan hari ini 24 Januari 2023 dan berakhir pada 26 Januari nanti, bertajuk KOPI ROBUSTA (Kolaborasi PemelIharaan Operasional Bersama Unit dan Stakeholders) dibantu oleh 26 unit Sky Lift PLN dari seluruh Jawa Timur untuk mendukung giat ini.
“Sasarannya ada di 11 titik lokasi yang menjadi target operasional,” pungkas Bupati Jember. (*)