Kamis, 4 Juni 2026

Kakanwil Kemenkumham Sulsel Ikuti Pembukaan Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Kamis, 24 November 2022 | 10:14 WIB
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly
Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly

Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan (Kakanwil Kemenkumham Sulsel), Liberti Sitinjak bersama Para Kepala Divisi (Kadiv) ikuti Pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dalam Rangka Pengendalian Capaian Kinerja Tahun Anggaran 2022 dan Penyusunan Target Kinerja Tahun Anggaran 2023.

Baca Juga: Wujudkan Pelayanan Hukum Lapas Palopo Kemenkumham Sulsel Gelar Penyuluhan Hukum Bagi Warga Binaan

Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly yang diselenggarakan di Grand Mercure Kemayoran Jakarta pada Rabu (23/11).

Dalam sambutannya, Menkumham Yasonna mengatakan bahwa berbicara mengenai Pengendalian Capaian Kinerja TA 2022, dari laporan Sekretaris Jenderal (Sekjen) diperoleh  informasi bahwa kita diupayakan untuk mencapai angka secara maksimal sesuai parameter nasional yakni sebesar 95%. Untuk itu, perlu menjadi perhatian bersama, khususnya Para Pimpinan Tinggi (Pimti) Madya Unit Utama (Irjen, Dirjen, Kepala Badan) agar dapat mencapai target angka itu, mengingat saat ini serapan kita baru mencapai angka sebesar 76,36%.

"Berbicara mengenai Penyusunan Target Kinerja TA 2023, diminta atensi agar Belajar dari berbagai temuan Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) dan tidak terjadi temuan berulang dan segera tindak lanjuti secara tuntas. Lakukan pengelolaan keuangan secara akuntabel, jangan lagi ada kelebihan pembayaran, pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu, dan berbagai penyimpangan yang berpotensi, serta dapat menyebabkan kerugian negara," Ujar Yasonna.

Lebih lanjut, Menkumham meminta untuk lakukan Intensifikasi koordinasi dan komunikasi. Jangan lagi ada distorsi komunikasi antara Pimti Madya dengan jajaran Pimti Pratama di bawahnya, khususnya dalam pengelolaan anggaran yang bersumber pada Rupiah Murni (RM) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Data, fakta, dan jejak digital akan menjadi mark/tanda baik buruknya kinerja yang telah kita kerjakan.

"Pahami, implementasikan dengan baik Indikator Kinerja Utama (IKU) Menteri Hukum dan HAM sebagai parameter keberhasilan yang harus dicapai. Pencapaian target kinerja harus terukur, menyentuh, dan melayani rakyat sebaik-baiknya," Kata Yasonna.

Menurut Menkumham, Prioritas nasional juga harus diselesaikan secara tuntas, jangan ada pengurangan output yang berdampak pada menurunnya kinerja Kemenkumham, sehingga pada akhirnya dapat menurunkan kepercayaan publik. Khusus Direktorat Jenderal pengelola PNBP, saya harapkan agar PNBP digunakan secara cermat, tepat sasaran, dan dioptimalkan untuk hal-hal yang mempunyai nilai manfaat bagi masyarakat.

Pada kesempatan ini, Menkumham juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah berkontribusi positif melaksanakan seluruh kegiatan, untuk pencapaian target yang telah ditetapkan bersama, di sisa waktu di penghujung tahun ini, selesaikan target kinerja dengan baik dan tuntas.

Sebelumnya, Sekjen Kemenkumham Komjen Pol. Andap Budhi Revianto mengungkapkan bahwa capaian kinerja yang berbasis anggaran pada Kemenkumham sampai dengan Desember diproyeksi akan mencapai 92 Persen. "Untuk itu, diminta para jajaran Kanwil se-Indonesia untuk bersinergi dan bekerjasama untuk terus meningkatkan capaian kinerja Kemenkumham," Ungkap Andap.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah dan Para Kepala Divisi Kanwil Kemenkumham se-Indonesia. Dari Kanwil Sulsel, Kepala Divisi Administrasi Sirajuddin, Kadiv Pemasyarakatan Suprapto dan Kadiv Pelayanan Hukum dan HAM Nur Ichwan. Terpisah, Kadiv Keimigrasian, Jaya Saputra mengikuti kegiatan ini secara Virtual.

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini