Batu Malang -NAWACITAPOST.COM- Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat, Zaenal Arifin, S.S., M.H. yang didampingi oleh Asep Supriatna, S.E., M.M. Kepala Subdirektorat Pemulihan Prasarana Vital Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan rapat teknis bersama BPD, TNI, POLRI, KADIN, PHRI, IABI, DINKES, dan Komunitas Siaga Bencana atau relawan, pada hari Kamis, 20/10/22.
-
Dr. Hendro Wardhono, M.Si selaku Wakil Ketua Umum Ikatan Ahli ke Bencanaan Indonesia (IABI) yang merupakan salah satu narasumber giat Kolaborasi dalam Pemulihan Sarana Prasarana Vital Berbasis Sistem Kluster yang diadakan oleh BNPB bersama-sama dengan stakeholder lainnya memaparkan beberapa hal tentang Manajemen Darurat Bencana Berbasis Komunitas didasarkan atas pertimbangan bahwa komunitas terdanpak atau affected people adalah perespon pertama (first responder) kejadian bencana yang ada disekitarnya." Pungkas Hendro
Selain itu dari sejumlah riset kejadian bencana, khususnya gempa bumi di Great Hanshin – Kobe Jepang dapat disimpulkan bahwa yang pertama kali dapat menolong ketika terjadi bencana adalah dirinya sendiri. Dengan demikian sangat penting untuk memberikan pemahaman dan atau literasi pada warga terdampak dalam hal manajemen darurat bencana." Kata Hendro
-
Disamping tak kalah penting juga upaya-upaya pencegahan dan mitigasinya. Dalam manajemen darurat bencana, para warga terdampak dapat melibatkan para local champion yang ada di daerahnya, mulai dari pegiat komunitas, relawan desa, karang taruna, dasawisma dan sebagainya' Dengan pelibatan para tokoh lokal dalam manajemen darurat bencana, maka aktivitas apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana dapat terkolaborasikan dengan baik. Minimal saat sebeum kejadian sudah diaktivasi klaster-klaster penanggulangan bencana di tingkat lokal sesuai dengan kebutuhan. Pada akhirnya upaya manajemen darurat bencana berbasis komunitas dapat melaksanakan prinsip safe more live atau menyelamatkan lebih banyak jiwa yang merupakan jargon utama dalam penanganan darurat bencana." Ucap Hendro
Dalam kesempatan yang sama Kepala Subdirektorat Pemulihan Prasarana Vital Agung Sedayu, ST., MT yang didampingi oleh Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Batu Achmad Choirur Rochiim, SE memeaparkan beberapa kejadian dan kronologi banjir di Batu Malang sebagai berikut
1 . Kejadian banjir terjadi di beberapa desa. Informasi awal kejadian banjir diterima dari relawan (banjir di desa Tulungrejo) , aparat desa (banjir di desa Sumber Brantas dan desa Bulukerto).
2. Dalam merespon kejadian banjir, BPBD melalui TRC PB melaksanakan respon darurat kejadian, sedangkan Pusdalops PB melaksanakan pengkoordinasian pengerahan stakeholder terkait untuk mendukung penanganan darurat dampak banjir.
3. Stakeholder terkait yang dilibatkan antara lain OPD teknis di lingkungan Pemkot Batu (Dinkes, PUPR, Dinsos, Satpol PP, Kecamatan, Desa), Instansi/lembaga (TNI, Polri), relawan, masyarakat, dan warga terdampak.
4. Faktor pendukung dalam penanganan darurat adalah semangat gotong royong yang masih tinggi masyakat Kota Batu, telah adanya kesamaan persepsi dalam satu sistem operasi penanganan darurat bencana dari OPD/Instansi/Lembaga/Masyarakat sehingga memudahkan dalam pengkoordinasian dan pengkomandoan dalam penanganan darurat." ucap Agung
-
Adapun Faktor penghambat adalah tidak dapat diterapkannya regulasi terkait pendanaan penanggulangan bencana pada fase keadaan darurat. Dalam keadaan darurat bencana telah diatur regulasi kemudahan akses dalam UU No. 24 Tahun 2007 diantaranya kemudahan akses dalam pertanggungjawaban uang/barang." Kata Rochiim
Namun dalam pelaksanaan di lapangan, aparat pemeriksa internal dan pemeriksa eksternal masih normatif dalam melaksanakan pemeriksaan;pemeriksaan masih menerapakan standar aturan keadaan normal. Situasi ini dalam beberapa hal menimbulkan keragu-raguan personil yg tergabung dalam Struktur Komando Penanganan Darurat dalam pengambilan keputusan yg cepat terutama jika keputusan tsb berhubungan dengan kebutuhan penggunaan uang dan barang.
5. Kolaborasi multi sektor dalam penanganan banjir bandang sudah berjalan dengan baik, meskipun masih didapati kendala belum semua pihak mengerti manajemen penanganan darurat sehingga kedepan kegiatan- kegiatan dalam rangka peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM multi sektor perlu menjadi prioritas." Tutup Rochiim
Zaenal Arifin selaku Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat mengapresiasi atas semua dukungan dan partisipasi dari para narasumber dan peserta rapat dan berharap kedepan lebih ditingkatka lagi kerjasama serta sinergitas yang berkesinambungan demi kepentingan bersama." tegas Zaenal