Kamis, 4 Juni 2026

Penguatan Kebhinekaan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir : Bukan Hanya Disampaikan, Melainkan Dilakukan

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Jumat, 21 Oktober 2022 | 16:33 WIB
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir. Foto Instragram #ketuaumumppmuhammadiyah.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir. Foto Instragram #ketuaumumppmuhammadiyah.

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Konsep Bhinneka Tunggal Ika, itu tepat diterapkan di Indonesia, karena Indonesia adalah bangsa majemuk. Artinya, konsep Bhineka Tunggal Ika itu, lebih tepat ketimbang pandangan multikulturalisme, karena mukltikulturalisme hanya sebatas merayakan perbedaan. Berbeda dengan konsep Bhineka Tunggal Ika yang merayakan persatuan.

Baca Juga : Presiden Joko Widodo Terima Pimpinan Pusat Muhammadiyah


“Bangsa besar seperti kita ini tidak mungkin tanpa gesekan, pasti ada gesekan. Sesama umat beragama saja ada gesekan. Tetapi kita perlu mengkonstruksinya, mana yang itu dinamika, dan mana yang itu menjadi sesuatu poin yang membuat kita pecah,” ujar Haedar saat menyampaikan pidato ilmiahnya di Universitas Surabaya (Ubaya), awal September 2022.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf hadiri acara studium generale 2022-2023 di Universitas Surabaya (Ubaya).

Pada kesempatan tersebut, Haedar menyatakan bahwa konsep Bhineka Tunggal Ika itu lebih tepat ketimbang pandangan multikulturalisme, karena mukltikulturalisme hanya sebatas merayakan perbedaan. Berbeda dengan konsep Bhineka Tunggal Ika yang merayakan persatuan.

“Bangsa besar seperti kita ini tidak mungkin tanpa gesekan, pasti ada gesekan. Sesama umat beragama saja ada gesekan. Tetapi kita perlu mengkonstruksinya, mana yang itu dinamika, dan mana yang itu menjadi sesuatu poin yang membuat kita pecah,” ujar Haedar, dikutip Kamis (1/9/2022).

Menurut dia, sebagai negara dengan kebhinekaan yang luas biasa, harus ada penyeimbang, yaitu persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, dalam berbangsa dan bernegara harus ada kesepakatan dan persaksian.

Doktor bidang Sosilogi UGM yang juga rangking 37 ilmu sosial terbaik dunia dari 100 ilmuwan ini, menekankan pentingnya Muhammadiyah berperan dalam kebhinekaan yang bukan hanya diucapkan tetapi dilakukan dalam wilayah NKRI.

Sehingga tepat Haedar Nashir mendapatkan Nawacita Award tahun 2022, yang bakal dihelat di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Jumat, 28 Oktober 2022.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini