Jumat, 17 Juli 2026

Hadapi Era Disrupsi Dunia Kerja, Menko PMK Minta Dunia Industri Masuk Kampus

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Kamis, 14 November 2024 | 09:37 WIB
 Menko PMK Minta Dunia Industri Masuk Kampus
Menko PMK Minta Dunia Industri Masuk Kampus

NAWACITAPOST.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menjelaskan, dalam menghadapi era disrupsi dunia kerja yang sangat cepat, maka pelaku industri harus terjun langsung ke Perguruan Tinggi.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi Keynote Speaker dalam acara "Indonesia Human Capital & Beyond Summit 2024", yang diselenggarakan oleh Gerakan Nasional Indonesia Kompeten, Kompas-Gramedia Group, GML Perfomance Consulting, dan Qubisa di Grand Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada Rabu (13/11/2024).

Pratikno menyampaikan, Kemenko PMK memiliki tanggung jawab di bidang pendidikan sejak hulu hingga lulusan dapat terserap di dunia kerja.

Dengan pelaku industri langsung masuk ke dunia pendidikan, maka mismatch pekerja bisa diperkecil, lulusan perguruan tinggi bisa langsung bekerja sesuai dengan kebutuhan pasar.

Baca Juga: Menko PMK Gerak Cepat Lakukan Koordinasi Pelaksanaan Quick Win 100 Hari Pertama Kerja

Dengan begitu, maka tantangan disrupsi dunia kerja bisa dihadapi dengan baik. Hal tersebut juga sejalan dengan cita-cita pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Oleh karena itu, user (industri) harus masuk menjadi bagian dari produsen (pendidikan). Bapak Ibu di industri harus masuk ke dalam kampus" ujarnya.

Lebih lanjut, Pratikno mengatakan, pelaku industri bisa berperan langsung dalam proses pendidikan di perguruan tinggi.

Peran dunia industri, menurut Menko Pratikno, bisa membangun ekosistem kerja dan kewirausahaan di kampus sejak dini melalui program research and development, kemudian penyesuaian kurikulum yang responsif dan mentoring untuk mencari bibit talenta yang bisa bekerja di perusahaan.

"Kami tanggung jawab di lembaga pendidikan, please invite industri masuk kampus. Bukan hanya mengirim siswa. Tidak cukup. Tapi bagaimana kita membangun ekosistem kerja, ekosistem profesional itu terasa sejak dini berada dalam kampus," ungkapnya.

"Untuk meringankan beban pemerintah, jadi kontribusi bapak ibu sangat penting dalam Human Capital Development," imbuh Menko PMK.

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini