Jakarta,NAWACITAPOST.COM - Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) mengirim surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Isi surat terbuka untuk Jokowi adalah meminta agar KPK & Kejaksaan Agung Harus Bongkar Konspirasi Jahat Penempatan Dana Telkomsel di GOTO.
Surat terbuka tersebut dilayangkan pada 18 Mei 2022.
Dijelaskan isi surat tersebut, surat terbuka untuk Presiden Jokowi meminta agar KPK dan Kejaksaan Agung membongkar dugaan adanya konspirasi jahat penempatan dana Telkomsel di GOTO
Dalam keterangan tertulisnya, KAKI menyampaikan sebagai berikut :
Surat Terbuka untuk Yang Mulia Presiden Jokowi
KPK & Kejaksaan Agung Harus Bongkar Konspirasi Jahat Penempatan Dana Telkomsel di GOTO*
KPK & Kejaksaan Agung Harus Selidiki aksi korporasi yang dilakukan Telkomsel. Total Telkomsel mengeluarkan uang Rp6,3 triliun untuk investasi di GOTO,
ini merupakan bentuk kejahatan korporasi yang sangat mirip dengan aksi korporasi yang dilakukan oleh Jiwasraya & Asabri yang menempatkan dana di banyak saham saham yang berpotensi rugi dan simsalabim , yang tujuannya untuk merampok uang Jiwasraya & Asabri
Apalagi Tokopedia merupakan market place yang masuk daftar hitam, hal ini sama dengan bukalapak yang merugi karena marketplace ini masuk dalam ‘daftar hitam’ AS?
Sejumlah marketplace yang beroperasi di Indonesia tercatat dalam daftar pengawasan atau ‘Notorious Market List’ yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS).
Daftar tersebut berisikan perusahaan-perusahaan global yang diduga menjual barang palsu, tiruan, atau bajakan yang, notabene, melanggar hak cipta.
Notorious Market List 2021 adalah daftar terbaru yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS, terdapat 42 perusahaan online yang diduga terlibat atau memfasilitasi penjualan barang palsu.
Dari sekian puluh perusahaan dalam daftar tersebut, tiga di antaranya merupakan marketplace asal Indonesia, yaitu Bukalapak dan Tokopedia, serta e-commerce asal Singapura yang beroperasi
Ada faktor kesengajaan dan ketidak hati harian dari Telkomsel dalam menempatkan investasinya di GOTO yang sebenar dari catatan bukunya baik Gojek dan Tokopedia tercatat masih merugi Rp 16,7 triliun pada 2020 atau rugi sebesar Rp 8,14 triliun hingga semester I tahun 2021. "Rugi tahun berjalan Rp 16,7 triliun pada 2020. Sedangkan jumlah rugi komprehensif tahun berjalan Rp 16,6 triliun,
Tidak ada yang membantah fakta duit Rp6,4 triliun itu sudah dieksekusi dan bentuknya adalah obligasi konversi (convertible bond) tanpa bunga. Tidak dibantah pula fakta bahwa aksi korporasi Telkomsel-Gojek ini terjadi semasa Menteri BUMN Erick Thohir dan Komisaris Utama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) adalah Garibaldi Thohir (kakaknya)—Akta 23 Oktober 2019.
Fakta ini juga sulit dibantah. Dalam susunan Dewan Komisaris (bertugas sebagai pengawas), ada satu mantan pengurus pusat Golkar (Rizal Mallarangeng), satu mantan pengurus Partai Nasdem (Wawan Iriawan), satu pendiri firma hukum yang menjadi penasihat hukum Gojek ketika merger dengan Tokopedia (Bono Daru Adji/Managing Partner Kantor Hukum Assegaf Hamzah & Partners—lihat Tirto, 17 Mei 2021), dan satu bekas staf khusus Menteri BUMN (Arya Sinulingga).
Tidak apa-apa. Tidak berarti itu salah. Cuma biar masyarakat tahu saja posisi dan jalinan satu sama lain.
Sekarang kami dari Komite Anti Korupsi Indonesia,akan melaporkan ke KPK & Kejaksaan Agung atas dugaan kejahatan terstruktur dan massive yang merugikan negara hingga 6,4 trilyun
Jakarta 18 Mei 2022
Ketua Umum KAKI
Arifin Nurcahyono