Minggu, 19 Juli 2026

Mensos Risma Apresiasi Guru Sukarela yang Mengajar Anak Suku Anak Dalam

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 21 Agustus 2024 | 16:31 WIB
 Menteri Sosial Tri Rismaharini.  (Istimewa)
Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Menteri Sosial Tri Rismaharini menunjukkan kepeduliannya terhadap pendidikan anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) dengan mengapresiasi dedikasi seorang guru yang mengajar tanpa imbalan.

Kunjungan Risma ke Desa Harjan, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, memberikan sorotan khusus pada Meri Hariastuti, guru yang telah mengabdikan diri selama dua tahun terakhir untuk mendidik anak-anak SAD tanpa menerima bayaran.

Meri Hariastuti, 45 tahun, merupakan putri dari Waris Suku Anak Dalam di Desa Harjan. Sejak kecil, Meri sering mengikuti ayahnya yang aktif di komunitas SAD, yang membentuk kecintaannya terhadap suku tersebut. Ketika kakaknya menggantikan posisi ayahnya sebagai Waris, Meri memutuskan untuk memberikan kontribusi melalui pendidikan.

"Ini panggilan hati saya," ujar Meri dengan penuh tulus.

Ia tidak hanya mengajarkan calistung—baca, tulis, dan berhitung—tetapi juga keterampilan lain seperti senam dan menari. Meskipun tidak ada meja atau kursi, Meri bersemangat mengajar anak-anak di alam terbuka, seringkali menggunakan tikar atau rumput sebagai alas.

Baca Juga: Menko Hadi Serukan Kerja Sama untuk Stabilitas Polhukam Jelang Pilkada Serentak

Kunjungan Mensos Risma ke Desa Harjan menjadi momen berharga bagi Meri dan anak-anak SAD. Risma mengungkapkan rasa terima kasihnya secara langsung kepada Meri.

"Benar ya selama ini mengajar anak-anak tanpa dibayar sama sekali? Terima kasih banyak, Bu. Terima kasih," kata Risma dengan nada penuh haru.

Risma juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memenuhi hak-hak anak, termasuk dalam hal pendidikan. Kementerian Sosial memberikan dukungan berupa alat tulis, buku, dan peralatan sekolah lainnya untuk menunjang proses belajar anak-anak SAD.

Meri, yang sering merogoh kocek pribadinya untuk membeli kudapan bagi anak-anak, juga menunjukkan dedikasi dengan menghadapi tantangan logistik. Meski sering harus mengikuti anak-anak yang berpindah-pindah tempat tinggal, Meri tetap berusaha keras agar mereka tetap bisa belajar.

Baca Juga: Prabowo-Gibran Hadapi Tantangan Utang Rp 10.000 Triliun

“Kadang mereka harus melangun, tapi saya tetap mendatangi mereka ke tempat baru,” jelas Meri.

Berkat ketulusan dan kerja keras Meri, anak-anak SAD merasakan dampak positif dari pengajarannya. Meskipun seringkali merasa pesimis karena keterbatasan dan kondisi yang menantang, kedatangan Mensos Risma memberikan harapan baru.

"Sebelumnya saya tidak berani berharap anak-anak bisa seperti anak lain, tapi setelah ibu Menteri datang, saya merasa sangat senang. Ada perhatian dari pemerintah untuk kami," ungkap Meri.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini