Kamis, 4 Juni 2026

Tiap Menit Gerakan Radikal Berkembang Pesat, KSAD Jenderal Dudung : Siap Libas

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Rabu, 26 Januari 2022 | 10:21 WIB
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman
KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Tiap menit paham Gerakan radikal berkembang dengan pesat dan masif. Begitu pernyataan tegas KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman dihadapan 2655 prajurit TNI dalam apel pasukan rutin, di Monas, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga : Jenderal Dudung Abdurachman Akan Keras Kepada kelompok Reuni 212, Jika Mengganggu Keamanan


Bahkan kata Dudung kelompok radikal ini sudah masuk ke berbagai elemen masyarakat, baik mahaiswa, hingga kelompok lainnya.

Hanya sekedar mengingatkan saja. Misalnya di BUMN dan Departemen pemerintahan, ada pegawai ASN yang memakai pakaian tak lazim layaknya ASN.
Info lainnya, ada tempat ibadah di BUMN yang penceramahnya dari luar, selalu mendeskriditkan pemerintah.

Info lainnya, saat kedatangan Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta, pada Oktober – awal Nopemberi 2020, ada oknum TNI yang mengidolakan Rizieq.

Berdasar dari sumber pemberitaan, dan kerja TNI. Dudung sudah meyakini, bahwa kelompok radikal ini tidak lagi tidur, melainkan siap sedia melakukan aksi kejinya.
Sehingga, tepat Presiden Jokowi menempatkan Dudung sebagai KSAD.
Terkait hal ini, Dudung menegaskan kepada prjauritnya untuk peka dan mampu mengantisipasi perkembangan tersebut.

Selain memerintahkan jajarannya melakukan pembinaan kepada masyarakat soal bahaya paham radikal. Dudung juga berpesan dengan tegas kepada prajuritnya, bahwa kalian sangat strategis. Oleh karena itu pahami dan kuasai betul dimana letak perkembangan yang mereka lakukan, dan jangan pernah ragu menghadapi mereka dan kita siap untuk menghadapi situasi apapun,” pungkasnya.

Dengan kata lain, TNI kata KSAD Jenderal Dudung siap melibas kelompok radikal  tanpa ampun.

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini