Minggu, 19 Juli 2026

Membayangkan Bunda Ita Direkom Partai Besar dan Potensi Kemenangan Muhibbin - Aushaf dalam Pilkada 2024

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Minggu, 18 Agustus 2024 | 18:25 WIB
Ilustrasi bayangan Bunda Ita dapat Rekom dari partai besar dan dukungan Muhammad Muhibbin Nur - Aushaf Fajr Herdiansyah (Foto editor Sakera Nawacita)
Ilustrasi bayangan Bunda Ita dapat Rekom dari partai besar dan dukungan Muhammad Muhibbin Nur - Aushaf Fajr Herdiansyah (Foto editor Sakera Nawacita)

NAWACITAPOST.COM - Pergulatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Nganjuk sangat ketat persaingan rekom di atas, hal tersebut dapat kita lihat begitu banyak rekom partai besar turun. Partai besar berfikir bagaimana calon yang direkom harus menang, disamping syarat dan rukun, untuk mendapatkan rekom membutuhkan sesuatu yang tidak kecil.

Sebuah teka-teki yang diprediksi akan muncul adalah jika rekom partai besar jatuh pada Bunda Ita (Ita Triwibawati red), dengan asumsi politik sebagai berikut:

Baca Juga: Makna Strategi Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Ilustrasi Bunda Ita dapat tambahan Rekom dari Partai Besar (Foto editor Sakera Nawacita)

  1. Pasukan Bunda Ita adalah seorang politisi senior dan pemain yang memiliki jaringan banyak, maka awan setebal apa pun akan ditembus dengan berbagai cara bagaimana rekom partai besar bisa dipegang.
  2. Mendekati pemilu kepala daerah periode lalu sudah ada komitmen Bunda Ita berangkat dari partai besar tetapi takdir berkata lain. Maka potensi menagih komitmen sangat mungkin untuk kemudahan Bunda Ita untuk mendapatkan dukungan kembali.
  3. Partai besar sangat menghitung kekuatan Bunda Ita karena branding selama Bapaknya menjadi Bupati sangat fenomenal dan merakyat. Jaringan Aparatur Sipil Negara (ASN), mantan Kepala Desa (Kades) dan kader Posyandu masih loyal kepada beliau, maka sangat mungkin partai besar mengeluarkan rekom untuk beliau.
  4. Bersatunya Bunda Ita dengan Mbak Zuli (Zuli Rantauwati red) menggugah kembali peristiwa masa lalu berupa Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK). Keduanya ingin mengembalikan nama baik keluarganya. Keduanya juga ingin menunjukkan bahwa dia mampu untuk memimpin Nganjuk kembali disertai dengan gesekan kecil dengan sang mantan yang juga mencalonkan lagi.
  5. Jika partai besar ini benar memberikan rekom kepada Bunda Ita, maka akan ada partai yang tidak bisa mengusung calon, begitulah politik. Semua serba mungkin dan selalu berpikir rasional untuk menangdan menguntungkan partai.
  6. Dukungan Bunda Ita dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Golongan Karya (Golkar) sebenarnya sudah lebih dari cukup, tetapi jika partai besar bisa dimegang kekuatan tersebut akan lebih bagus.
  7. Dukungan partai besar ini memiliki makna strategis, karena disamping itu kedepan dukungan politik di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tetap dibutuhkan untuk mempermudah agenda politik yang sudah disusun.

HM Basori M.Si penulis Artikel (Foto Istimewa)

Begitu gambaran sederhana potensi kalkulasi politik mendekati pendaftaran calon bupati akhir Agustus ini.

Baca Juga: Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati

Bagaimana dengan potensi Gus Ibin (Muhammad Muhibbin Nur red) jika calon nanti dua pasang nanti???

 

Ilustrasi Muhammad Muhibbin Nur - Aushaf Fajr Herdiansyah mendapat dukungan penuh dari Nahdlatul Ulama (Foto editor Sakera Nawacita)

  1. Gus Ibin - Aushaf Fajr Herdiansyah ibarat mobil mau ke jakarta sudah berjalan sampai Cirebon, sementara yang lain masih mencari sewaan bahkan harus dibenahi sana sini. Maka Anda bisa memahami perumamaan tersebut.
  2. Gus Ibin - Aushaf sudah membumi dan dikenal oleh seluruh rakyat Nganjuk, maka beliau tidak bisa dikatakan orang baru. Sesuai progres yang dirilis Muhibbin - Aushaf adalah calon Bupati The Rising Star saat ini.
  3. Elektabilitas dan kompetensi Gus Ibin - Aushaf sudah dipahami oleh masyarakat, sehingga masyarakat yakin bahwa potensi untuk menang sangat besar.
  4. Muhibbin - Aushaf adalah simbul perubahan, karena rakyat Nganjuk ingin pemimpin baru yang bisa memberikan solusi dan mewujudkan tata pemerintahan baru yang lebih baik.
  5. Gus Ibin - Aushaf di dukung supra sistem kekuasaan yang tidak dimiliki oleh calon lain. Supra sistem kekuasaan yang sedang berjalan adalah penentuan Calon Gubernur (Cagub) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang mengusung Ridwan Kamil dan lebih dikenal dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Koalisi KIM Plus akan dikembangkan dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) di seluruh Indonesia termasuk Nganjuk.
  6. Nahdlatul Ulama (NU) bersatu memenangkan Muhibbin - Aushaf, warga NU ingin memiliki Bupati dari kader NU, karena Bupati sebelumnya sudah pernah didukung dan jadi. Pilkada Nganjuk 2024 warga NU tidak akan terbeli, karena hanya satu kata Muhibbin - Aushaf adalah Bupati Nganjuk 2024 - 2029.
  7. Gus Ibin akan tetap leading jika calonnya 3 sekalipun, karena potensi NU total mendukung, Muhibbin - Aushaf mampu menembus pemilih di seluruh lapisan masyarakat yang merindukan perubahan.
  8. Rakyat sudah jenuh dengan calon lain yang rekam jejaknya dianggap kurang bagus, maka emosi rakyat untuk sebuah perubahan akan menguntungkan pasangan Gus Ibin - Aushaf.

Baca Juga: Banggalah Jadi Bagian dari NU, Jangan Pernah Menjadi Kader Pengecut

Politik itu dinamis, tetapi kalkulasi politik adalah sebuah hitungan riil dukungan yang disertai dengan gerakan-gerakan strategis yang mampu mempengaruhi pemilih untuk mendukungnya, Insya Allah Muhibbin - Aushaf hari ini sudah berjalan menuju ke sana untuk sukses. Semoga Allah meridloi… Aamiin

 

Nganjuk, 18 Agustus 2024
Penulis HM Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy

 

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Sumber: HM Basori M.Si Direktur Sekolah Perubahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini