NAWACITAPOST.COM- Hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan sejak dini hari telah memicu banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah. Curah hujan yang tinggi, disertai dengan pasang air laut setinggi 2,2 meter pada pukul 08.20 WITA, memperparah situasi, terutama di daerah-daerah yang sudah dikenal rawan bencana.
Dalam waktu kurang dari lima jam, air bah melanda 15 kelurahan yang tersebar di enam kecamatan, yaitu Balikpapan Utara, Balikpapan Barat, Balikpapan Kota, Balikpapan Timur, Balikpapan Selatan, dan Balikpapan Tengah.
Sementara itu, empat kelurahan di tiga kecamatan lainnya, yakni Balikpapan Kota, Balikpapan Tengah, dan Balikpapan Selatan, turut mengalami tanah longsor. Satu orang dilaporkan mengalami cedera serius berupa patah kaki akibat tertimpa longsoran tanah.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Abdul Muhari, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat untuk melakukan kajian situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan penanganan yang tepat dan cepat.
Baca Juga: Pemerintah Bangka Selatan dan Kemenkumham Babel Selesaikan Harmonisasi Tujuh Ranperkada Pajak Daerah
"Kami saat ini sedang melakukan pendataan terkait jumlah korban dan kerugian material yang terjadi. Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan warga dan meminimalisir dampak lanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Meski cuaca mulai membaik pada siang hari, situasi di lapangan masih jauh dari kata aman. Ketinggian air di beberapa lokasi masih berkisar antara 20 hingga 50 cm, merendam ratusan rumah dan fasilitas umum.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan masyarakat telah dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak serta melakukan pembersihan material akibat banjir dan longsor.
BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang masih mungkin terjadi di wilayah Kalimantan Timur dalam 24 jam ke depan. Hal ini membuat BPBD setempat meningkatkan status siaga dan meminta masyarakat untuk tetap waspada.
Baca Juga: KLHK Dorong Gaya Hidup Minim Sampah dalam Festival LIKE 2
"Kami mengimbau warga untuk selalu memantau perkembangan cuaca dan segera mengamankan diri serta barang-barang penting ke tempat yang lebih aman. Jangan lupa untuk selalu siap dengan tas siaga bencana," tegas Abdul.
Banjir dan tanah longsor ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya mitigasi bencana dan perlunya perbaikan infrastruktur di kota yang terus berkembang ini.
Pemerintah setempat diharapkan bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, terutama dengan semakin meningkatnya intensitas cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Masyarakat Balikpapan kini dihadapkan pada tantangan besar dalam pemulihan pascabencana ini, dan dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mengembalikan kondisi kota seperti sediakala.
Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, diharapkan Balikpapan dapat segera bangkit dari musibah ini.
Artikel Terkait
Mensos Risma Tinjau Posko Baru Bencana Banjir Lahar Dingin di Kabupaten Agam
Ketum Bhayangkari Hibur Pengungsi Banjir Bandang di Sumbar PADANG -KETUA
Relawan PWI Karawang Berangkat Sumbar, Bantu Korban Banjir Lahar Dingin
Pasca Darurat Banjir Bandang Sumbar, Indonesia Care dan PWI Karawang Gelar Pengobatan Gratis dan Psikososial
Tanggap Bencana Banjir, BRI Peduli Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak di Luwu Utara dan Tanah Laut