Baca Juga: Kakanwil Kemenkumham Papua Hadiri Acara Serah Terima Jabatan Pj Gubernur Provinsi Papua
Menteri Teten menambahkan, dilakukan juga penguatan inovasi dan teknologi melalui Rumah Produksi Bersama (RPB) yang dikelola oleh koperasi. Beberapa pilot project yang sudah dilakukan di antaranya adalah RPB Bambu di Labuan Bajo, RPB Cabai di Sumatra Utara, RPB Cokelat di Bali, dan RPB Kulit di Garut.
“Kami juga sedang meningkatkan kualitas dan daya saing produk usaha mikro melalui Rumah Kemasan, serta inovasi pembiayaan melalui KUR Kluster, Credit Scoring, pembiayaan sektor rill melalui LPDB Koperasi,” ujar Menteri Teten.
Menteri Teten berharap, BPKP dapat ikut menyukseskan langkah keberlanjutan Program Piloting 2019-2024 menuju 2045. Diharapkan juga ikut melakukan integrasi inisiatif RPB sebagai cikal bakal industri skala menengah dengan sektor hulu di Kementerian/Lembaga lain (ketersediaan bahan baku).
“Selain itu juga harmonisasi pengembangan komoditas unggulan lokal dengan prioritas pembiayaan dari lembaga pembiayaan formal baik itu bank dan non-bank. Terakhir adalah harmonisasi prioritas pengembangan komoditas unggulan lokal dengan kebijakan kerja sama perdagangan luar negeri,” ujar Menteri Teten.
Menteri Teten mengatakan, sinergi antara KemenKopUKM dengan BPKP diperlukan untuk menyukseskan pertumbuhan UMKM di 2045.
“Untuk itu ke depan diperlukan berbagai inovasi yang harus dilakukan,” ujar Menteri Teten.
Artikel Terkait
Kaops Damai Cartenz Beberkan Bukti-Bukti Keterlibatan KKB Nduga dalam Pembunuhan Pilot Selandia Baru
Hari Ini, Anggota Dewan Syuro PKB Akan Beri Masukan ke Pansus Hubungan PKB-NU
Peringati Hari Pengayoman ke 79, Kanwil Kemenkumham Papua Gelar Upacara, Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Trikora Kusuma Waena Jayapura
Kakanwil Kemenkumham Papua Hadiri Acara Serah Terima Jabatan Pj Gubernur Provinsi Papua
Kasus Video Syur Audrey Davis, Polda Metro Jaya Singgung Pembuat Bisa Dipidana