Minggu, 19 Juli 2026

MenKopUKM Ajak BPKP Wujudkan Target dan Sasaran Pertumbuhan UMKM Menuju Indonesia Emas 2045

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Jumat, 9 Agustus 2024 | 16:28 WIB
MenKopUKM Ajak BPKP Wujudkan Target dan Sasaran Pertumbuhan UMKM Menuju Indonesia Emas 2045 (Foto: KemenKopUKM)
MenKopUKM Ajak BPKP Wujudkan Target dan Sasaran Pertumbuhan UMKM Menuju Indonesia Emas 2045 (Foto: KemenKopUKM)

NAWACITAPOST.COM - Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM), Teten Masduki, mengajak Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berkolaborasi untuk mewujudkan target sasaran kebijakan Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) menuju Indonesia Emas 2045.

Menteri Teten mengatakan, sinergi antara KemenKopUKM dengan BPKP diperlukan untuk mendukung pertumbuhan UMKM di 2045.

“Kita harus melakukannya bersama dan harapannya ke depan UMKM bisa tumbuh. Untuk itu diperlukan berbagai inovasi yang harus dilakukan,” kata MenKopUKM Teten Masduki dalam Rapat Kerja BPKP di Bandung, Jawa Barat, Jumat (9/8/2024).

Ia menyebutkan, pemerintah menargetkan pendapatan perkapita pada 2045 menjadi US$30.300 dari US$4.900 saat ini.

Baca Juga: MenKopUKM Sebut Brand Lokal UMKM Semakin Berdaya Saing Tinggi

"Tantangan terbesarnya adalah bagaimana memastikan agar pelaku usaha kita yang saat ini sebanyak 99% adalah Usaha Mikro bisa bergeser naik ke Usaha Kecil dan Menengah dan terhubung ke dalam rantai pasok industri nasional," ujar MenKopUKM.

Secara nasional, kata Menteri Teten, pihaknya telah menetapkan 3 sasaran kebijakan KemenkopUKM 2045, di antaranya proporsi UKM harus bertambah dari 1,32% pada 2019 menjadi 8% pada 2045, rasio kewirausahaan nasional meningkat dari 2,86% di 2022 menjadi 8% pada 2045, dan rasio volume usaha koperasi terhadap PDB membesar dari 1,07% di 2021 menjadi 5% pada 2045.

Lebih lanjut, Menteri Teten menambahkan untuk mewujudkan target tersebut, pada periode 2019-2024 KemenKopUKM telah menyiapkan beberapa piloting dan inisiasi program sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

“Inisiasi ini adalah tahapan yang harus dilewati untuk kita memiliki struktur ekonomi yang lebih kuat yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan kelas menengah, meningkatan pendapatan per kapita, dan memperkuat kemitraan rantai pasok antara UMKM, koperasi dan industri nasional,” kata Menteri Teten.

Baca Juga: Kasus Video Syur Audrey Davis, Polda Metro Jaya Singgung Pembuat Bisa Dipidana

Beberapa fondasi yang disiapkan adalah peningkatan rasio kewirausahaan nasional secara terencana melalui EntrepeneurHub. Melalui program EntrepeneurHub ini, KemenKopUKM membidik anak muda yang melek teknologi untuk menjadi entrepreneur.

“Kami membina sekitar 500 entrepreneur baru. Kami inkubasi dan hubungkan ke pembiayaan. Karena ini masih early stage. Kami juga bekerja sama dengan kampus. Pengalaman negara lain seperti Jepang, Korea, dan Belanda termasuk Australia itu ekosistem entrepreur dicetak dengan produk ekonomi baru menghubungkan antara riset inkubator di kampus dengan program entrepreneur-nya,” kata MenKopUKM.

Selanjutnya, penguatan skala usaha mikro melalui korporatisasi berbasis koperasi. Menteri Teten mengambil contoh, saat ini petani sawit mandiri yang diperkirakan memiliki 6,4 juta hekatre (ha) yang tadinya hanya menjual tandan buah segar (TBS) ke industri diperbolehkan membuat pabrik minyak makan merah.

“Lalu juga Solusi Nelayan untuk penyaluran BBM. Kami juga melakukan korporatisasi untuk petani kecil. Jadi dikonsolidasikan petani untuk menjadi pemasok industri,” ujar Menteri Teten.

Halaman:

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini