NAWACITAPOST.COM - Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI), Joko Suranto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta penambahan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) 2024. Permintaan ini didasari oleh penurunan signifikan dalam kuota rumah subsidi yang ditetapkan untuk tahun 2024, yang hanya mencapai 116.000 unit, jauh lebih rendah dibandingkan dengan kuota tahun 2023 yang mencapai 229.000 unit.
"REI berharap kuota FLPP bisa ditambah, setidaknya seperti realisasi tahun 2023 sebanyak 229.000 unit," kata Joko dalam keterangan resminya, dikutip Senin (5/8/2024).
Ia menegaskan bahwa REI meyakini pemerintah akan berpihak pada kepentingan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). "Kami tetap berkeyakinan bahwa ketika ada keberpihakan, maka keputusan apapun dapat dilakukan pemerintah," lanjutnya.
Baca Juga: Mensesneg Pratikno: Anak dan Menantu Presiden Jokowi Tidak Terlibat Kasus Tambang di Halmahera
Permintaan penambahan kuota ini juga sejalan dengan upaya mengatasi backlog perumahan yang masih menjadi masalah besar di Indonesia. Dengan penurunan anggaran kuota FLPP 2024 hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, banyak masyarakat yang ingin membeli rumah menjadi kesulitan dan tidak pasti.
Selain itu, Joko juga menyebutkan bahwa REI tengah menunggu konfirmasi jadwal rapat dari Kementerian Koordinator Perekonomian, yang akan diikuti oleh berbagai kementerian, termasuk Kementerian Keuangan, untuk membahas kuota tambahan FLPP. Ia menekankan pentingnya penambahan kuota ini untuk mendukung program 3 juta rumah yang dijanjikan oleh pasangan Prabowo-Gibran dalam pemerintahan baru mendatang.
"Sehingga, kuota FLPP mesti ditambah agar masyarakat yakin bahwa pemerintahan baru mendatang mampu mengeksekusi program 3 juta rumah yang sudah dijanjikan," tambahnya.
Baca Juga: OPINI: Mengintip Keterlibatan Anak Presiden dalam Skandal IUP di Halmahera
Dalam situasi ini, Joko berharap bahwa pemerintah dapat segera mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan program perumahan dapat berjalan lancar dan memberikan kepastian bagi masyarakat yang membutuhkan rumah subsidi. Permintaan penambahan kuota FLPP ini menjadi salah satu upaya REI untuk memastikan bahwa program perumahan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia.
Artikel Terkait
Lebih Dekat dengan Totok Lusida: Pengusaha Properti dan Ketua Umum REI Periode 2019-2022
Kementerian PUPR Alokasikan Rp13,72 Triliun untuk Program Rumah FLPP
Ketua REI Joko Suranto Minta Pemerintah Perpanjang Diskon PPN
Mengenal Joko Suranto, Crazy Rich Grobogan yang Kini Memimpin REI Maju Pilkada Jateng
Capaian Pembiayaan Tapera 107.070 Unit FLPP di Semester Pertama 2024