Jakarta, NAWACITAPOST.COM - Gagasan Direktur Eksekutif Nawacita Institut Faigiziduhu Ndruru atau FN, tentang kepala daerah dan pemimpin di Kepulauan Nias (Kepni), harapannya diisi usia dibawah 60 tahun, bukan sekedar lips service belaka, jelasnya ketika dihubungi nawacitapost.com disebuah kedai kopi kawasan Timur Jakarta, belum lama berselang.
Baca Juga : Marinus Gea Persiapkan Kader Terbaik Kepala Daerah di Kepulauan Nias 2024
Lebih dari itu. Keseriusan pria asal Kepni merupakan hasil dari kegelisahan, perenungan, pencermatan, diskusi dalam berbagai level.
Baca Juga : Marinus Gea: Pengurus HIMNI Jangan Ragu Masuk ke politik
Tujuannya jelas. Yaitu, mensejahterakan rakyat Kepni. Caranya mendorong sosok terbaik menjadi kepala daerah dan pemimpin di Kepni. Sebab, dengan sosok yang tepat Kepala Daerah, kesejahteraan rakyat terjamin secara terus menerus. Walaupun, tak bisa ditampik juga, mensejehtarakan rakyat secara terdampak dapat dilakukan, melalui profesi di luar kepala daerah. Namun, itu jangkauannya terbatas, dan hanya hitungan bulan saja.
Baca Juga : Musda HIMNI Jawa Barat, Yusman Ziliwu Vs Januar Sabar Zebua Layak Berkompetisi di Pilkada Gunungsitoli 2024
Tentu untuk mengarah ke hal tersebut. Harapannya, dibatasi maksimal 60 tahun. Tentu itu hasil dari kajian FN bertemu, berdiskusi dengan para tokoh senior asal Kepni maupun non kepni dari berbagai kesempatan.
Baca Juga : Gagasan Marinus Gea Mempersiapkan Kader Terbaik, Direspon Para Tokoh Muda Asal Kepulauan Nias
Pasalnya, harapan tersebut. Alasannya, gesit, lincah dan mampu blusukan. Dibutuhkan karena daerah Kepni ada beberapa lokasi yang dikunjungi harus dilakukan dengan berjalan kaki. Sehingga dibutuhkan stamina yang sehat dan prima. Memang hal itu, bisa dimiliki semua orang, tetapi batasan umur dibawah 60 tahun sebagai langkah yang boleh dibilang tepat. Walaupun itu bisa diperdebatkan, jelasnya.
Tetapi sekali lagi, harapan itu harus disiratkan, supaya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, serta tidak ada maksud untuk hal tertentu, pungkas FN.