Minggu, 19 Juli 2026

PBNU Bentuk Tim Khusus untuk Rebut Kembali PKB

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 26 Juli 2024 | 16:37 WIB
PBNU bentuk pansus untuk merebut PKB.  (X)
PBNU bentuk pansus untuk merebut PKB. (X)

NAWACITAPOST.COM - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyatakan bahwa PBNU akan membentuk tim khusus untuk menarik kembali Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Langkah ini diambil karena PKB dianggap telah menyimpang dari sejarah dan nilai-nilai yang melandasi pendiriannya.

"Ada tanda-tanda mereka akan membawa lari dari sejarah berdirinya PKB," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (26/7/2024).

Menurut Gus Ipul, pembentukan tim khusus ini bertujuan untuk meluruskan sejarah sekaligus mengembalikan PKB ke pemilik sahnya, yakni PBNU. "Langkah ini setelah melihat pernyataan elite-elite PKB yang ahistoris," ujar Gus Ipul.

Ia menegaskan bahwa elite PKB saat ini sering membuat pernyataan yang melenceng dari fatsun awal pendirian PKB. Gus Ipul menuding bahwa ada upaya nyata dan sistematis dari elite PKB untuk menjauhkan partai tersebut dari struktural NU.

Baca Juga: Transformasi Akbar Faizal: dari Wartawan hingga Menjadi Bagian Tim Transisi Jokowi, dan YouTuber Edukasi Bernegara

Ia mengingatkan bahwa PKB didirikan oleh struktur NU, mulai dari PBNU hingga tingkat ranting. "PKB tidak akan pernah terbentuk tanpa bantuan struktur NU," tegasnya.

Beberapa pernyataan elite PKB yang dianggap menyimpang adalah pernyataan yang menganggap suara PBNU tidak perlu didengarkan. Gus Ipul menilai, sikap ini berakibat pada kegagalan PKB dalam proses Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Tim khusus yang sedang digagas ini, menurut Gus Ipul, akan mirip dengan tim yang dibentuk oleh PBNU pada awal masa reformasi untuk mendirikan PKB. Namun, ia menekankan bahwa tim tersebut baru bisa terwujud setelah mendapatkan persetujuan dari Rais Aam KH Miftachul Ahyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.

“Kita akan undang bergabung seluruh tokoh, para aktivis NU untuk dimintai pendapatnya terkait hal ini,” kata Gus Ipul.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini