Wawancara tersebut dilaksanakan dalam rangka membangun kemitraan melalui media informasi, agar masyarakat mengetahui, bahwa banyak program kegiatan yang diberikan Lapas Bekasi kepada Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) selama menjalani masa pidana.
Baca juga: Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah
Hensah menjabarkan, jumlah WBP Lapas Bekasi ialah 1.850 orang, sedangkan kapasitas hunian 750 oang, maka ini sudah terjadi kelebihan kapasitas.
Walaupun demikian, Hensah menambahkan, Lapas Bekasi sudah memiliki dua bangunan yang dihibahkan oleh pemerintah kota Bekasi yang kapasitas masing-masing bangunanya 700 orang. Namun karena adanya Covid-19, maka ada sarana pendukung berupa pagar ornamis yang belum bisa dibangun. Sehingga bangunan tersebut belum bisa dimanfaatkan pada tahun ini, dan akan terlaksana pada tahun depan.
Terkait pembinaan keterampilan, Hensah menjabarkan, Lapas Bekasi melakukan kegiatan keterampilan berupa kerajinan perak, pembuatan kembang kertas bunga papan dan sablon.
“Dari sekian banyak kegiatan pembinaan ketrampilan, yang sudah menghasilkan profit ialah kerajinan perak dan bunga papan,” ucap Hensah.
Terkait pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani WBP, Hensah menjelaskan, hak-hak dasar WBP sudah pasti terpenuhi.
NAWACITA TV: ALASAN ZAINUDIN AMALI PANTAS MUNDUR DARI KEMENTERIAN OLAHRAGA REPUBLIK INDONESIA
“Hak-hak dasar sudah harus terpenuhi, yaitu hak menerima makanan yang layak, hak mendapat perawatan Kesehatan, hak melaksanakan kegiatan ibadah, hak menerima kunjungan dari keluarga, penasihat hukum dan ahli agama,” ujar Hensah.
WBP juga diberi makan dan minum yang layak sesuai standar kecukupan gizi baik secara kuantitas maupun kualitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, WBP juga mendapatkan kegiatan rekreasional seperti kegiatan musik.
Simak berita lainnya di Tiktok NAWACITA
Sejak awal menjabat sebagai Kalapas Bekasi, Hensah menargetkan, dirinya ingin meningkatkan jumlah narapidana yang mendapatkan remisi, perbebasan bersyarat dan asimilasi.
“Agustus kemarin, target tersebut sudah melampaui dari apa yang saya janjikan,” tegas Hensah.
Karena di masa pandemi orang tidak bisa berkunjung secara langsung, Hensah melakukan membuat salah satu inovasi di Lapas Bekasi yaitu pengantaran barang pasti sampai melalui aplikasi.
Mengenai upaya pemberantasan penyelendupan narkoba di Lapas Bekasi, Hensah menegaskan, ia memaksimalkan dan mengefektifkan mesin scan. Selanjutnya Hensah memilih petugas penjaga di bagian pintu utama merupakan pegawai yang sangat berintegritas. Lapas Bekasi juga bekerja sama dengan BNN provinsi Jawa Barat terkait adanya indikasi adanya pengedaran narkoba.
Mengenai pandangannya terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Hensah mengatakan, Yasonna adalah sosok yang tegas dan sangat responsif.
Untuk diketahui, saat ini Lapas Bekasi sudah lolos tes tim internal menuju Wilayah Bebas Korupsi / Wilayah Bersih Besas Melayani (WBK/WBBM).