NAWACITAPOST.COM - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pria yang menikah lebih dari satu kali cenderung hidup lebih lama dibandingkan dengan pria yang monogami. Temuan ini mungkin akan mengejutkan dan tidak diterima dengan baik di negara-negara yang mayoritas penduduknya menganut sistem monogami seperti India.
Dikutip dari Rediff, berdasarkan laporan New Scientist, pria berusia di atas 60 tahun di negara-negara yang mempraktikkan poligami bisa hidup rata-rata 12 persen lebih lama daripada pria monogami. Studi ini dilakukan oleh Virpi Lummaa, seorang ahli ekologi di University of Sheffield, Inggris.
Temuannya dipresentasikan pada pertemuan tahunan International Society for Behavioral Ecology di New York. Lummaa dan koleganya, Andy Russell, membandingkan usia pria dari negara-negara yang mempraktikkan poligami dan monogami dengan melakukan penelitian di 189 negara.
Mereka menggunakan data dari WHO dan mengklasifikasikan negara-negara tersebut dalam skala 1 hingga 4, di mana 1 mewakili negara yang sepenuhnya monogami dan 4 untuk negara yang sepenuhnya poligami.
Baca Juga: Manfaat Poligami: Mengapa Praktek Ini Masih Relevan di Zaman Modern?
Mengapa Pria Poligami Hidup Lebih Lama?
Penelitian ini bukan dimaksudkan untuk memvalidasi praktik poligami, melainkan untuk menjawab pertanyaan mengapa pria dan wanita bisa berumur panjang. Pada wanita, umumnya diterima bahwa efek "nenek" berkontribusi terhadap umur panjang mereka.
Setelah menopause, wanita dapat menghabiskan waktu untuk memanjakan cucu mereka, yang menurut penelitian dapat meningkatkan umur panjang. Namun, bagi pria, alasan umur panjang tampaknya lebih terkait dengan fisiologi daripada emosi.
Pria dapat tetap subur hingga usia 60-an, 70-an, bahkan 80-an. Lummaa dan Russell menemukan bahwa menjadi ayah dari lebih banyak anak dengan lebih banyak istri tampaknya menjadi alasan di balik umur panjang pria. Singkatnya, pria yang tetap subur secara seksual hingga usia tua cenderung hidup lebih lama.
Peneliti menekankan bahwa ini bukanlah studi yang mudah. Skor monogami yang digunakan dalam penelitian ini dianggap sebagai ukuran kasar dan ada usaha untuk menilai pola-pola pernikahan yang mungkin mematahkan temuan ini.
Baca Juga: Begawan Properti Ciputra: Janji Adalah Utang
Chris Wilson, seorang antropolog evolusi di Cornell University, Ithaca, New York, menganggap ini sebagai hipotesis yang valid dan prediksi yang bagus. "Tidak mengherankan bagi saya bahwa pria dalam masyarakat tersebut hidup lebih lama dibandingkan masyarakat monogami di mana mereka menjadi janda dan tidak ada yang merawat mereka," katanya kepada New Scientist.
Artikel Terkait
Inilah Manfaat Poligami Bagi Kesehatan Rumah Tangga?
Pria Asal Brasil Poligami 9 Wanita Sekaligus, 1 Minta Cerai
Inara Rusli Bicara Poligami Saat Ditanya Denny Sumargo
Profil Alexandra Askandar, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri yang Tengah Diterpa Kasus Perceraian
Viral! Pemuda Ini Gelar Pesta Perceraian Mewah yang Bikin Heboh