Kamis, 4 Juni 2026

Budikdamber Menopang Hidup Difabel di Huta Tonga-Tonga Sibolga

Photo Author
Ronaldy, Nawacita Post
- Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:13 WIB
Sibolga, NAWACITAPOST - Kagum dan bahagia, itulah kesan tim NAWACITAPOST.COM saat berkunjung ke panti Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Ephata HKBP Distrik IX, di Jalan Huta Batu II, Kelurahan Huta Tonga-tonga, Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (15/10/2021).

Baca Juga : Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah


Dipanti RBM, tim menemukan aktivitas dari para kaum disabilitas (difabel) sedang merawat ribuan ekor bibit ikan lele yang dibudidaya dalam ember.

Simak berita lainnya di Youtube NAWACITA TV


Sambil melemparkan senyum ramah, para difabel sibuk menabur pakan ikan ke dalam ember yang berbaris rapi di atas lahan seluas 1,5 meter x 15 meter.

Baca Juga : DPC Partai Gerindra Sibolga Salurkan Bantuan Paket Sembako dan Gelar Vaksinasi Massal Covid-19


Meski dengan kondisi keterbatasan, namun semangat para kaum difabel seakan menunjukkan sikap keikhlasan melakukan budidaya sederhana itu.

"Iya senang (Pelihara Ikan,red). Diajari Ibu (Ketua RBM,red) kasi makan ikan," kata singkat Densi br Situmorang (Tuna Grahita) sambil tersenyum.

Kelesuan finansial ditengarai pandemi covid 19, telah memotivasi pihak panti dan kaum difabel untuk selalu produktif dan bangkit dalam berinovasi.

Salah satu inovasi yang paling fleksibel yakni melakukan agribisnis dengan melalui budidaya pembesaran ikan lele dalam ember, atau istilah budikdamber.

"Budikdamber sudah kita mulai tahun 2020 hingga sekarang," tutur Rosdieri Sibarani, ketua RBM Ephata HKBP Distrik IX Sibolga, saat berbincang dengan tim Nawacita.com di lokasi panti RBM.

"Cara ini kita lakukan, untuk menopang ekonomi dan pemenuhan kebutuhan pangan bagi kaum difabel. Disamping beberapa keterampilan lain," lanjutnya.

Budikdamber kata Rosdieri, juga solusi menjadikan difabel lebih produktif saat menghadapi situasi ekonomi yang sulit.

"Sebelum melakukan budidaya, para difabel kita bina dulu. Sebenarnya kalau ilmu budikdamber, kita gali dari tutorial saluran youtube," beber Rosdieri.

"Cara ini kita lakukan akibat pandemi ini juga. Dampak ekonomi begitu terasa. Lalu, kita berusaha melalui budikdamber meski di lahan sempit," tambahnya.

Sementara biaya awal pembelian bibit ikan lele, fasilitas, dan perawatan sebut Rosdieri, bersumber dana pribadi dengan modal awal sebesar Rp3 juta.

"Kalau padat tebar saat ini ada berkisar seribu ekor pak, kita sebar untuk 10 unit ember, dan tiap ember, kita budidaya 100 ekor ikan lele," sebut Rosdieri.

"Masalah kebutuhan air, kita manfaatkan air sungai. Airnya kita ganti seminggu sekali," ungkapnya.

Diakui Rosdieri, proses panen lele telah berlangsung dua kali, terjual dikisaran seharga Rp20 ribu per kilogram.

"Setelah 3 bulan, ikan lele kita jual. Baru terjual 150 kg dengan proses dua kali panen. Biasanya pedagang datang kepada kita untuk membeli," kata Rosdieri.

"Kalau ditahap awal ini memang sudah pulang modal, dan kebutuhan pangan difabel juga sudah terpenuhi. Puji Tuhan, mudah-mudahan panen berikut semoga berhasil," pungkasnya.

Budikdamber juga diapresiasi Lurah Huta Tonga-tonga, Tigor P Tambunan, dan berharap, kegiatan positif ini dapat memotivasi masyarakat Kota Sibolga.

"Kiranya menjadi motivasi bagi kita. Cara budikdamber ini sangat bagus bantu ekonomi masyarakat di saat situasi ekonomi sulit sekarang ini," ucap Tigor.

Kepala Seksi (Kasi) Budidaya Perikanan Sibolga, Halasan Hutabarat menjelaskan, budikdamber merupakan tekhnologi terbaru, diperkenalkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), meski belum familiar.

"Budikdamber adalah tekhnologi tepat guna yang sangat cocok dikembangkan mengingat Sibolga kota kecil yang lahan terbatas atau sempit," jelas Halasan.

Budikdamber sambung Halasan, juga sangat efisien dengan menggunakan wadah ember dan tidak membutuhkan air yang mengalir.

"Mudah-mudahan tahun depan kita akan usulkan anggaran untuk pengembangan program budikdamber di Sibolga," ujarnya.

(Freddy A Pardosi)

 

Editor: Ronaldy

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini