"keuntungan bersih tahun lalu Rp 10 triliun, rencananya, tahun ini sampai Desember Rp 40 triliun," jelas Erick saat berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE Gresik Jawa Timur, Selasa (12/10/2021).
Baca Juga : Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah
Erick menjelaskan perusahaan akan mengejar target pendapatan dan laba ini dengan strategi peningkatan produksi. Selain itu, perusahaan menggaruk laba berkat kenaikan kapasitas produksi, didampingi kenaikan harga komoditas tembaga (cooper) di pasar internasional.
"karena peningkatan kapasitas daripada produksi Freeport sendiri dan kenaikan daripada harga copper dan terus dilakukan efisiensi," ujarnya.
Baca Juga : Dinilai Sebagai Ancaman, Habieb Rizieq dan Pentolan 212 Masuk Daftar Hitam Facebook
Selain itu perusahaan terus melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan, salah satunya dengan PT Telkom Indonesia dengan membentuk teknologi 5G Minning yang digadang menjadi yang pertama di Asia Tenggara.
Selain untuk mengejar laba, Erick mengatakan Freeport juga tetap fokus membagi modal untuk investasi. Salah satunya dilakukan pada hari ini, di mana perusahaan baru saja meresmikan pembangunan fasilitas pemurnian alias smelter di KEK Gresik.
Sebagai informasi, pada paruh pertama 2021 produksi emas Freeport tercatat sebesar 597 ribu ons, naik 75,05% dari periode yang sama 2020. Sementara penjualan emas pada semester I 2021 ini tercatat 558 ribu ons, naik 74,92% dari periode yang sama 2020 319 ribu ons.
Adapun produksi pada 2020 tercatat sebesar 809 juta pon tembaga dan 848 ribu ons emas.
Simak informasi menarik lain di Youtube NAWACITATV
https://youtu.be/z0L1qei5-YA